Komoditas Menggeliat, Potensi Ekonomi Diperkuat

219
Kepala Kanwil BI Kalimantan Selatan, Harymurthy Gunawan di sela peteemuan akhir tahun 2017 bertajuk "Memperkuat Momentum", Selasa (12/12/2017). Redkal.com

KabarKalimantan,Banjarmasin – Membaiknya perekonomian dunia sangat berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian Indoneisa dan Kalimantan Selatan khususnya.

Daerah penghasil komoditas semacam kelapa sawit dan batu bara paling merasakan membaiknya perekonomian dunia karena permintaan dan harga komoditas terus merangkak naik. Perdagangan komoditas diprediksi terus menggeliat yang bakal menopang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indoensia Kalsel, Harymurthy Gunawan, mengatakan Kalimantan Selatan tentu sangat terdampak atas perdagangan ekspor komoditas mentah. “Sebab daerah ini sendiri memiliki regional komoditi yang cukup banyak, terutama batubara, CPO dan lainya,” Kata Harymurthy Gunawan selepas seminar Memperkuat Momentum di kantor BI Kalsel, Selasa (12/12/2017).

Tapi, Harymurthy mengingatkan bahwa permintaan komoditas tersebut bersifat fluktuatif karena tidak bisa dipastikan sampai kapan harga dan permintaan terus meningkat. “Kita tidak tahu apakah di tahun 2019 permintaan komoditi ini terus meningkat, tentu banyak pengaruh dan tantangan yang harus kita waspadai,” ujar Harymurthy.

Baca Juga :   BI Kalsel Berikan Alsintan untuk Petani Jejangkit

Menurutnya, fluktuasi harga komoditas sangat bergantung pada negara-negara besar penyimpan cadangan utama batubara yang melimpah, seperti Amerika, Tiongkok, Australi dan Rusia. Kalsel sebagai salah satu provinsi lumbung batu bara di Indonesia mesti memanfaatkan momentum di tengah membaiknya harga komoditas. “Hanya bagaimana kita memperkuat,” ucap Hary.

Ia mewanti-wanti ada resiko ketika komoditas SDA terus dieksplotasi karena kandungan pasti habis. Itu sebabnya, senyampang harga komoditas internasional membaik, Harymurthy memberi masukan agar Kalimantan Selatan memaksimalkan sumber potensi baru untuk menopang perekonomian daerah.

“Mesti diperkuat dengan mencari potensi-potensi ekonomi baru agar tidak lagi ketergantuangan kita pada komoditi yang terlalu tinggi. Maka dari itu Bi mengajak pemerintah mengembangkan sector-sektor lain seperti pariwisata, peroduksi pertanian, dan kemaritim yang juga bisa dimanfaatkan,” dia barkata.

Selain itu, ia mengajak stakeholder memikirkan industrialisasi mengunakan teknologi tepat guna dan bertekologi karena Kalsel memiliki banyak bahan mentah seperti karet dan minyak.

Baca Juga :   BI Gelar Penukaran Uang di Pulau Terpencil Kabupaten Kotabaru

M RIZAL KHALQI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here