Rab. Agu 5th, 2020

KPw BI Kalsel Bahas Cara Mendongkrak Beberapa Sektor Industri

3 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin –  Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan terus berupaya mengoptimalkan penurunan inflasi lokal maupun nasional, salah satunya melalui pertemuan yang membahas kinerja beberapa sektor industri di Bumi Lambung Mangkurat ini.

“Melalui pertemuan ini, kami membahas beberapa sektor yang diharapkan mampu didongkrak di tengah kian ketatnya persaingan pasar global,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel (KPw BI Kalsel) Herawanto, Kamis (10/1/2019).

Mengacu dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, tercatat realisasi inflasi IHK Kalimantan Selatan pada Desember sebesar 0,70 persen. Angka tersebut lebih besar dibandingkan dari bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 0,16 persen. Sedangkan inflasi tahunan (year on year) sepanjang 2018 tercatat sebesar 5,16 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan, kondisi tersebut sesuai dengan proyeksi. Selain itu, ia juga mengungkapkan hasil survei BI di minggu pertama Januari 2019 yang hasilnya menunjukkan inflasi berada pada angka di bawah 1 persen.

Baca Juga :   Harga Tiket Pesawat Buat Banjarmasin Deflasi

“Dilihat minggu pertama survei pemantauan harga menunjukkan perkiraan inflasi pada Januari sebesar 0,53 persen MTM (month to month). Kalau YOY (year on year) itu 3,03 persen. Jadi semua barang terjaga baik (harganya), inflasi inti ,harga pangan, harga administered price (harga barang/jasa yang diatur oleh pemerintah) semua terjaga,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, harga yang saat ini masih tinggi dan berlangsung sejak Desember 2018 lalu ialah harga tiket transportasi udara. Tapi, hal itu dianggap wajar. Pasalnya, minggu pertama Januari masih terhitung periode hari libur.

“Jadi saya sampaikan inflasi pada Desember 2018 dan Januari tetap terjaga rendah dan stabil dikisaran 3 persen. Seperti yang disampaikan, tahun 2019 itu 3,5 persen atau di midpoint di titik tengah sasaran 3,5 plus minus 1,” ujarnya.

Hal ini tentu merupakan suatu pencapaian karena tingkat inflasi yang rendah bisa menstabilkan harga. Namun, anehnya harga barang di pasaran justru cenderung tinggi. Tingkat inflasi Indonesia berada di bawah 4 persen. Namun, harga barang dinilai tetap tinggi dibandingkan harga internasional.

Baca Juga :   Oktober, Kalsel Terjadi Deflasi 0,42 Persen

“Contohnya, gula di Indonesia dijual dengan harga eceran tertinggi Rp 12.500/kg. Namun berdasarkan harga internasional gula hanya berkisar Rp 7.500- Rp 8.000/kg,” jelasnya.

Sementara komoditas energi mineral dan minyak nabati masih menjadi bahan bakar pertumbuhan perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) di triwulan III 2018.

Peran ekspor batu bara dan crude palm oil (CPO) yang dominan berhasil dorong perekonomian Kalsel pada kuartal III 2018 tumbuh 5,15 persen year on year (yoy). Nilai ini meningkat dibanding pertumbuhan ekonomi Kalsel pada triwulan II 2018 yang hanya di angka 4,61 yoy.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel (KPw BI Kalsel) Herawanto menjelaskan, selain peningkatan permintaan ekspor atas dua komoditas ini, faktor peningkatan investasi di Kalsel juga menjadi faktor melajunya pertumbuhan ekonomi di Kalsel.

Peningkatan investasi utamanya bersumber dari investasi bangunan, sejalan dengan baiknya kondisi sektor utama. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga (RT) tumbuh melambat sejalan normalisasi permintaan.

Baca Juga :   BI Gelar Penukaran Uang di Pulau Terpencil Kabupaten Kotabaru

Selain itu, konsumsi pemerintah juga tumbuh melambat sejalan dengan tidak adanya belanja pegawai yang signifikan seperti yang terjadi pada triwulan sebelumnya.

Nilai pertumbuhan ekonomi Kalsel catatkan rapor positif ditengah perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2018 di angka 5,17 persen yoy, melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,27 persen.

“Secara nasional perlambatan salah satunya disebabkan oleh kinerja ekspor yang melemah dan impor yang masih cukup tinggi,” kata Herawanto.

Berkati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.