Jum. Jul 10th, 2020

Kumpul di ULM, PTN dari Kawasan Timur Indonesia Rumuskan Strategi Penyetaraan 

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Ingin setara, Perguruan Tinggi Negeri di seluruh kawasan timur Indonesia berkumpul di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Selasa (6/8/2019) siang.

Seluruh PTN dari kawasan timur Indonesia itu menamakan diri sebagai Konsorsium PTN Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI). Dibentuk pada Maret lalu di Manado, Sulawesi Utara.

Dalam pembentukan tersebut, dipilih sebagai Ketua ialah rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Prof Ellen Juan  Kumaat. Sedangkan di posisi Wakil Ketua, rektor ULM Prof H Sutarto Hadi.

Pertemuan di Banjarmasin ini, adalah agenda pertama mereka setelah pembentukan. ULM dipercaya sebagai tuan rumah untuk Konsorsium yang pertama. Mereka membahas strategi untuk bisa bersaing dengan PTN di kawasan barat Indonesia.

Salah satu yang mereka rumuskan adalah program kerja. Menurut Prof Ellen, perubahan penilaian akreditasi lembaga PTN semakin berat. Karena lebih menekankan aspek pencapaian dibanding proses.

Baca Juga :   Mahasiswi ULM Rintis Usaha Rumah Kreasi Warisan Datu

“Tantangan dan tuntutan kualitas semakin berat, di sisi lain anggaran tidak semakin besar. Karena itu kerjasama PTN-KTI adalah cara yang baik kita tempuh,” ujarnya.

Seperti diungkapkan Prof H Sutarto Hadi, PTN di kawasan timur Indonesia perlu untuk menjaga interaksi dengan sesamanya. Dengan demikian, masalah yang dihadapi bisa ditangani bersama.

Contohnya dalam peningkatan tenaga pengajar. Banyak PTN di Indonesia Timur masih kesulitan untuk meningkatkan kualitas dosen mereka. Sementara ini, baru
Universitas Hasanuddin (Unhas) yang memiliki status dan badan hukum dalam kerjasama penelitian dan publikasi internasional.

ULM juga punya misi demikian. PTN tertua di Kalimantan ini ingin meningkatkan kapasitas agar bisa membantu mewujudkan misi setaranya PTN-KTI dengan PTN-PTN di kawasan Indonesia Barat. “Diantaranya dengan tujuh program pendidikan S3,” ucap Prof H Sutarto Hadi.

Ia juga menjelaskan, masih banyak dosen-dosen di PTN yang masih lulusan S2 bahkan S1. Begitu juga dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Baca Juga :   Ciptakan Generasi Milenial Produktif, ANTAM Berikan Program Kelas Kreatif di ULM Banjarmasin

“Kita sudah kirimkan proposal ke Kementrian, jadi dosen-dosen bisa lebih mudah studi S3 kembangkan karir yang outcome nya tingkatkan penilaian akreditasi,” katanya.

Reporter : M Ali Nafiah Noor 
Editor : Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab : M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.