Ming. Jan 24th, 2021

Kunci Motor Tertinggal, Mahasiswa FKIP Unlam Wajib Mengaji atau Menyanyi

2 min read

BANJARMASIN, KK – Pengelola parkir roda dua FKIP Unlam Banjarmasin membuat aturan unik untuk mendisiplinkan mahasiswa yang biasa teledor meninggalkan barang berharga di tempat parkir.

Untuk mengambil kunci motor dan barang berharga yang tertinggal wajib menyanyi atau mengaji surah Alquran.

Wati, salah satu mahasiswi FKIP Unlam ini harus membaca hafalan ayat suci Alquran ketika hendak mengambil kunci motornya di pos parkir FKIP Unlam Banjarmasin, Rabu (4/1/2017).

Ia telah lalai meninggalkan kunci motornya yang masih tertancap di motornya yang terparkir. Beruntung kunci motor miliknya telah diamankan oleh petugas parkir yang berjaga dan berkeliling saat itu.

Paman Amat, salah satu petugas parkir yang sudah puluhan tahun bekerja di situ mengatakan bahwa kejadian serupa sudah sering terjadi. Banyak mahasiswa yang meninggalkan barang berharga di tempat parkir itu.

Untuk mendisiplinkan mahasiswa yang teledor aturan sederhana pun dibuat oleh Paman Amat dan kawan-kawan. Barang berharga yang kedapatan tertinggal di tempat parkir itu terlebih dahulu diamankannya di pos parkir. Kemudian siapa pun yang hendak mengambil barang miliknya yang tertinggal itu, wajib mengaji atau bernyanyi terlebih dahulu.

Sudah sekitar enam bulan aturan itu dibuat dan ditempel di pos parkir mahasiswa FKIP Unlam itu, sudah banyak yang mendapatkan hukuman tersebut. Bahkan, tidak hanya mahasiswa S1 yang masih muda yang terkena hukuman tersebut, mahasiswa S2 pun pernah juga mengalami hal serupa.

“Pernah juga ibu-ibu mahasiswa pasca sarjana yang kuliah di akhir pekan ketinggalan kunci motor, mereka pun bernyanyi dan mengaji juga,” ucap Paman Amat.

Petugas parkir yang terkenal ramah oleh mahasiswa dan alumni FKIP Unlam tersebut juga menjelaskan, meskipun aturan tersebut hanya berisi sanksi sederhana, ada saja oknum yang usil melepaskan tulisan aturan tersebut.

“Ada saja yang usil melepas tulisan aturan tersebut, padahal aturan itu untuk mendisiplinkan mereka, lagipula sanksinya juga tidak berat, jadi kalau waktu libur terpaksa tulisannya kami simpan,” ucapnya kepada Kabar Kalimantan. nfi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.