Kunjungi Kalsel, Panglima TNI dan Kapolri Perkenalkan Tracer Digital

2 min read
2.690

KabarKalimantan, Banjarbaru – Panglima TNI dan Kapolri mengunjungi Kalimantan Selatan dalam rangka menindaklanjuti peningkatan kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali, khususnya dua wilayah di Kalsel, yakni Banjarmasin dan Banjarbaru.

Setelah Menko PMK RI, Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja di Kalimantan Selatan, kali ini giliran Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kunjungi Kalimantan Selatan, Kamis (5/8/2021).

Rombingan tiba sekitar pukul 17.00 Wita di Gedung Idham Chalid, dengan didampingi Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Walikota Banjarbaru dan Banjarmasin, Ketua DPRD Kalsel, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan serta Forkopimda.

Baca Juga :   Aktivis 98 Kalsel akan Hadiri Rembuk Nasional di Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI dan Kapolri memberikan arahan terkait upaya yang diperlukan untuk menekan kasus Covid-19, termasuk di antaranya mengenalkan aplikasi tracing digital melalui aplikasi Silacak dan inaRisk.

Terkait tracing digital, Panglima TNI Mersekal Hadi Tjahjanto mengatakan, kemampuan aplikasi masih terus ditingkatkan demi meminimalkan kendala-kendala di lapangan. Di sisi lain, pihaknya gencar melaksanakan pelatihan tenaga tracing.

“Pak Gubernur, Pak Walikota, kemarin saya sudah melaksanakan pelatihan tenaga tracing yaitu tracer digital dari TNI Polri, yang nantinya akan kita tempatkan di Puskesmas dan dilaporkan di aplikasi Silacak,” kata Panglima TNI.

Baca Juga :   Gubernur: Terapkan Kesantunan Sosial Ramadhan di Lingkungan Kerja

Selain itu, Panglima TNI juga menyampaikan bantuan oksigen yang pihaknya kirimkan ke Pemprov Kalsel. “Saya mengirim 50 oksigen konsentrator termasuk APD dan peralatan lain, ini ditempatkan di isoter-isoter yang memerlukan,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan mengirimkan vaksin dalam jumlah besar Agustus-September.

“Pada Agustus, 78 juta vaksin akan disebar ke seluruh wilayah Indonesia. Kalau vaksin sudah bagus, dan wilayah-wilayah sudah bagus, maka yang sekarang dan kedepannya harus terus kita kuatkan adalah protokol kesehatan,” katanya.

Baca Juga :   Berbagi Kebahagiaan di Peringatan Hari Lansia

Pada kesempatan sama, Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA melaporkan jumlah kasus Covid-19 di Kalsel, khususnya wilayah yang sedang menerapkan PPKM Level 4.

Dalam menghadapi situasi saat ini, Safrizal mengatakan akan terus menyusun strategi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

“Semangat kami adalah kolaborasi. Kami dengan Kapolda, Danrem, serta Forkopimda lainnya saling terus berkoordinasi dan berkolaborasi,” pungkas Safrizal.

Reporter: Syahri Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *