Kunker ke Kalsel, Menko PMK RI Tinjau Penanganan Covid-19 dan Penyaluran Bansos

3 min read
2.671

KabarKalimantan, Banjarmasin – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala, 4-5 Agustus 2021.

Kunjungan Menko PMK RI tersebut dalam rangka meninjau penanganan Covid-19 di Kalsel serta penyaluran dana Bansos dan BLT di Kalsel.

Terkait penanganan Covid-19 di Kalsel, Menko PMK RI, Muhajir Effendy mengatakan, telah melihat sendiri bagaimana kesiapan Kalsel dalam melakukan pencegahan, antisipasi hingga penanganan.

“Hari ini saya melihat sendiri bantuan oksigen dari Pemerintah Singapore telah datang. Alhamdulillah ini real bukan janji,” katanya usai mengunjungi RSUD Ulin Banjarmasin, Rabu (4/8/2021).

Ia menuturkan, dengan jumlah 20 ton, ISO tanknya bisa digunakan untuk mengisi oksigen dari sumber lain yang diharapkan mampu menyuplai ketersediaan oksigen untuk Kalsel dan Kalteng hingga bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga :   Puluhan Kafilah Kalsel ikuti Training Centre

“Belajar dari pengalaman penanganan di Pulau Jawa dan Bali, Kalsel sudah siap mengantisipasi kemungkinan keadaan terburuk. Tapi kita tetap berdoa jangan sampai terjadi kemungkinan terburuk itu, akan tetapi jika terjadi karena ini keadaan sulit ditebak, kita harus betul-betul siap,” ucap Muhajir.

Muhajir menambahkan, akan membicarakan dengan Menteri Kesehatan RI terkait hal-hal yang dibutuhkan di Kalsel, seperti pengadaan obat-obatan yang dirasanya masih jarang ada di Kalsel.

“Ini memang persoalan nasional, karena obat-obatan itu masih impor,” katanya.

Ia juga mengatakan, tingkat kematian yang berasal dari isolasi mandiri (Isoman) juga tinggi di Kalimantan Selatan. Menurutnya, belajar dari Pulau Jawa dan Bali untuk mengantisipasi hal tersebut yakni dengan ketersediaan dan kesiapan oksigen kecil dan obat anti virus harus didistribusikan ke faskes level paling bawah seperti Puskesmas.

Baca Juga :   Target 12 Kursi Legislatif 2024, Harry Wijaya Siap Maju di Pilwali Banjarmasin

“Sehingga mereka yang isolasi mandiri itu tidak hanya disuplay obat-obatan seperti multivamin dan sebagainya, tetapi betul-betul sudah disiapkan obat anti virus agar bisa ditangani ketika masih isolasi mandiri,” ucapnya.

Ia berharap, dengan kesiapan Pemerintah Provinsi Kalsel ini, kasus Covid-di Kalsel tidak mengalami lonjakan peningkatan seperti di Pulau Jawa dan Bali.

Usai melakukan kunjungan ke RSUD Ulin, Muhajir yang dalam kunjungannya didampingi Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA melanjutkan kunjungan meninjau penyaluran dana Bansos di PT Pos Kota Banjarmasin.

Dalam kesempatan tersebut Muhajir menyempatkan menyapa para penerima bantuan dan mengatakan kepada Pimpinan PT Pos Banjarmasin agar penyalurannya tidak dikumpulkan di satu tempat.

“Karena ada beberapa penerima yang mendatanginya dengan menggunakan kendaraan umum, seperti taksi dan ojek sehingga uang yang diterima pun jadi kurang karena digunakan untuk membayar angkutan umum tersebut,” katanya.

Baca Juga :   'Genderang Perang' di Tengah Duka

Ia berharap, PT Pos dapat lebih pro aktif dengan mendatangi ke lokasi atau ke rumah-rumah penerima. “PT Pos bisa melibatkan Bhabinkamtibmas, RT dan RW. Tapi, apa yang dilakukan PT Pos sudah bagus,” pungkas Muhajir.

Sebelum melakukan kunjungan ke RSUD Ulin dan PT Pos Banjarmasin, Muhajir juga meninjau indeks literasi tertinggi se-Indonesia di Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kalimantan Selatan. Dan, rencananya besok akan Meninjau pelaksanaan vaksinasi di GOR Hasanuddin serta pengecekan penyaluran Bansos dan BLT Dana Desa di Desa Semangat Dalam, Kabupaten Barito Kuala.

Reporter: Syahri Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *