Ming. Feb 23rd, 2020

Langgar Perda Ramadhan, Delapan Pedagang Disanksi Tipiring

1 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Hingga saat ini sudah delapan pedagang dikenakan sanksi lantaran melanggar Perda Ramadhan dengan berjualan saat siang hari di luar waktu yang ditentukan.

Sanksi yang mereka terima yakni tindak pidana ringan (Tipiring) berupa penjatuhan hukuman dari pengadilan berupa denda.

Kasat Pol PP dan Damkar Banjarmasin, Hermansyah mengatakan, dari delapan pedagang, enam di antaranya dikenakan denda Rp 200 ribu, sedang dua pedagang lainnya Rp 75 ribu.

“Rp 200 ribu itu untuk rumah makan. Sedang Rp 75 ribu untuk warung kecil biasa,” jelasnya di balaikota, Senin (27/5/2019).

Dia menerangkan, pelanggaran yang dilakukan para pedagang itu semuanya terkait jam tayang. “Dan ini warung menyediakan bungkusan. Kalau makan di tempat, tidak kami temukan,” ucapnya.

Sebenarnya, lanjut Hermansyah, pihaknya sudah memberi dispensasi untuk warung yang menyediakan bungkusan alias tidak makan di tempat.

Baca Juga :   Serapan Anggaran Rendah, Dampak Positif Tunjangan Kinerja Pertanyakan

“Bagi yang bukus silakan, kami beri dispensasi pukul 15.00 WITA buka. Padahal dalam aturan tak ada itu, hanya karena kasihan,” imbuhnya.

Hermansyah membeberkan, Satpol PP akan terus melakukan penertiban hingga akhir Ramadhan nanti.

“Yang di pengadilan sudah selesai disidangkan. Tapi yang baru masih ada masuk lagi. Karena hingga saat ini kami masih melakukan giat,” pungkasnya.

Reporter: M Syahbani

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.