Langgar Sistem Satu Arah, Pengendara Mengaku Banyak Tak Tahu

965

KabarKalimantan, Banjarmasin – Dari balik kemudi Alif memacu motor trailnya. Knalpotnya berbunyi nyaring. Dengan gagahnya berani remaja yang baru lulus dari bangku SMP itu membelah Jalan Piere Tendean.

Laju motornya seketika terhenti. Peluit panjang pak polisi ditiup panjang dan kencang, sebagai peringatan bahwa dia harus segera menepi.

Alif tersentak kaget, rupanya petugas dari Dishub dan kepolisian sedang menertibkan pengendara yang melanggar sistem satu arah (SSA) di Jalan Piere Tendean tersebut, Selasa (18/6/2019).

Putar balik pun tak mungkin dilakukannya. Pasalnya, jaraknya sudah terlalu dekat dengan petugas. Andai dia nekat kabur, usaha itu hanya sia-sia. Puluhan petugas lain yang ada di sana juga sudah menghadang dari belakang.

Selian sudah melanggar SSA, motor yang dikendarainya tak dilengkapi nomor polisi. Sialnya lagi, surat tanda nomor kendaraan (STNK) motor tersebut juga tak dikantonginya.

“SIM juga belum ada. Masih belum bikin saya baru lulus SMP. Belum cukup umur,” ujarnya kepada Kabar Kalimantan.

Alhasil, warga Komplek DPR, Banjarmasin Selatan itu harus menerima sanksi berupa tilang. Kemudian motornya diamankan ke kantor polisi karena tak bisa memberikan surat kendaraan sebagai jaminan.

Apa yang dialami Alif hanya sekelumit kisah dari para pengendara, saat penertiban dilakukan oleh Dishub bersama Satlantas Polresta Banjarmasin di Jalan Piere Tendean.

Dishub sudah cukup lama menerapkan SSA di sana. Kendati demikian, masih ada saja pengendara yang nekat melanggar. Berbagai alasan mereka lontarkan ketika mendapat tindakan dari petugas.

Rata-rata alasannya karena tak tahu terkait aturan tersebut. “Saya baru pindah dari Palangkaraya. Dan saat ini tinggal di Sungai Andai. Tak tahu kalau disini satu arah,” ujar Frisca.

Sementara, warga Pekauman Hasrul juga mengatakan hal serupa. Karena tak tahu. Namun, dia mengaku kecewa dengan tindakan petugas yang seolah sengaja menjebak pengendara.

Karena dia tak diperingatkan para petugas saat melakukan kesalahan. Terlebih dia mengaku tak melihat jika ada rambu lalu lintas yang menandakan adanya dilarang.

“Padahal saat di persimpangan tadi ada petugas yang jaga. Tapi seolah mereka sengaja tak memberi tahu kalau ada razia. Kasian kalau orang benar-benar ga tahu bagaimana,” keluhnya.

Parahnya lagi, yang melanggar aturan tak hanya masyarakat sipil. Salah satu mobil dinas dengan nomor polisi DA 1293 WO juga terjaring dengan kesalahan yang sama. Karena melawan arah.

Pengendara yang enggan disebutkan namanya itu mengaku, bahwa dirinya tak mengetahui jika Jalan Piere Tendean menerapkan SSA. “Saya dari Banjarbaru. Sudah lama tidak kesini. Jadi tak tahu,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dishub Banjarmasin menganggap, bahwa banyaknya  pengendara yang mengaku tak mengetahui aturan SSA di Jalan Piere Tendean hanyalah akal-akalan pengendara untuk mencari pembenaran.

Sebab menurutnya, penerapan aturan ini sudah berlangsung lama. “Aturan ini sudah satu tahun, masa tak tahu. Kalau tak tahu saya jamin mereka bohong,” ketusnya saat diwawancarai awak media.

Dia menerangkan, tindakan tegas dengan pemberian tilang dari pihak kepolisian itu salah satu cara untuk memberikan efek jera. Sebab menurut Ichwan, walaupun sudah dipasang rambu dan dilakukan penjagaan, masih banyak pengendara yang melanggar.

“Tak papa lah, kalau mereka (pengendara) mengaku tak tahu, semoga dengan ditilang ini mereka (pengendara) menjadi tahu,” imbuhnya.

Ichwan menerangkan, selain Jalan Piere Tendean, SSA juga diterapkan di beberapa ruas jalan lain. Sebut saja seperti RE Martadinata atau depan Balaikota, Simpang Telawang. Kemudian Jenderal Sudirman depan tugu nol kilometer, dan Cemara Raya, dan Adhyaksa.

“Kami juga akan lakukan tindakan yang serupa di ruas-ruas jalan itu dalam waktu dekat ini. Karena masa uji coba yang kami berikan sudah cukup lama.Terkecuali di Cemara,” pungkasnya.

Dari hasil penertiban tersebut, setidaknya ada 25 kendaraan roda 2, dan 3 unit roda 4 yang terbukti petugas. 13 diantaranya terpaksa diamankan ke markas Polresta Banjarmasin karena tak bisa memberi jaminan berupa surat kendaraan.

Reporter: M Syahbani

Baca Juga :   AB Kelabui Petugas dengan Simpan Sabu di Bungkus Makanan Ringan

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here