Ming. Feb 28th, 2021

Langkanya Gas LPG 3 Kg Jadi Keluhan Utama Masyarakat

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Dari sekian banyak keluhan masyarakat yang disampaikan dalam reses anggota DPRD Kalsel, permasalahan langkanya Liquifield Petroleum Gas (LPG) 3 Kg paling mendominasi.

Seperti yang ditemui anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Gerindra H M Lutf Saifuddin dalam resesnya di Daerah Pemilihan (Dapil) I Banjarmasin di tiga kelurahan berbeda, yakni Kelurahan Keramat, Kelurahan pangeran, dan Kelurahan Kelayan Timur.

“Dalam reses di tiga kelurahan itu, semuanya mengeluhkan soal elpiji 3 Kg,” ujar Lutfi Saifuddin saat ditemui di Sekertariat DPRD Kalsel, Rabu (28/2/2018).

Tidak hanya Lutfi, hal senada juga disebutkan anggota dewan Fraksi Demokrat Fikri yang melaksanakan reses di Kelurahan Alalak Utara dan Alalak Selatan, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Fikri mengatakan, ia menampung aspirasi warga yang sudah dua minggu kesulitan mendapatkan elpiji 3 Kg itu baik di agen atau pun eceren. “Jika ada pun harganya cukup tinggi yakni Rp 30.000 – Rp 40.000 per tabung.

Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di Kalimantan Selatan sesuai Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan No. 188.44/047/KUM/2015 tentang penetapan harga eceran tertinggi Elpiji tabung 3 kilogram adalah Rp 17.500
.
“Jika ditemukan pangkalan menjual di atas HET, maka pihak Pertamina tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas hingga pemutusan hubungan usaha (PHU),” ungkap Fikri.

Sebelumnya, pada Senin (26/2/2018), Komisi II DPRD Kalselm elaksanakan sidak ke salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) PT Jambo Mutiara Permata (JMP) di Jalan Gubernur Subarjo Lingkar Selatan KM 11, Banjarmasin Selatan. SPBE tersebut merupakan salah satu penyuplai elpiji 3 Kg di Banjarmasin.

Manager Oprasonal SPBE PT JMP Muhammad Gahani mengatakan, dalam sehari ada 40 truk pengangkut elpiji 3 Kg untuk kemudian diantar ke agen-agen di Banjarmasin.

“Ada peningkatan pengisian dari hari biasanya yang hanya 60 Metrik Ton (MT) per hari menjadi 65 MT per hari, atau sekitar 22.400 tabung per hari. Peningkatan itu sengaja di lakukan untuk menstabilkan kelangkaan,” ujar Gahani.

M RIZAL KHALQI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.