Lapas Pertama Perempuan Kalsel Diresmikan

1182

MARTAPURA, KK – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA di Martapura, Rabu (3/5/17) diresmikan oleh Plh Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Kemas Hamzah Zain.

Acara peresmian tersebut dihadiri Bupati Kabupaten Banjar yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan, Zainuddin beserta forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan undangan serta para Pimpinan Tinggi Pratama Kemenkumham Kalsel di antaranya, Kepala Divisi Pemasyarakatan Anas Saeful Anwar, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Unan Pribadi, dan Kepala Divisi Imigrasi Yosep Hari Adi Renung Widodo beserta pejabat administrasi lainya.

“Meskipun secara fisik bangunan lembaga pemasyarakatan masih berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura, namun sudah kami usulkan pembangunan lapas baru yang rencananya terletak areal pembinan pertambakan di samping LPKA Martapura,” imbuh Plh Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Kemas Hamzah Zain.

Keberadaan LPP dan LPKA merupakan salah satu pelaksanaan 9 program prioritas ‘Nawacipta’ oleh Presiden yang dijabarkan sebagai wujud nyata pemerintah dalam menghadirkan Negara bekerja, untuk memperkuat peran negara dalam tata laksana yang jelas, efektif, efesien, terukur, dan sesuai dengan prinsip ‘good government’ sebagaimana target kinerja Kementerian Hukum dan HAM RI.

Adapun jumlah narapidana/tahanan perempuan sebanyak 400 orang yang terdiri dari narapidana perempuan dewasa 380 orang dan anak perempuan 2 orang sedangkan tahanan perempuan sebanyak 18 orang. Dalam rangka mendukung operasional LPP telah dilantik 1 orang eselon III yaitu Kepala LPP, Yunengsih serta 5 orang eselon IV dan 8 orang eselon V untuk mengisi formasi pejabat di LPP Kelas IIA Martapura tersebut.

Keberadaan LPP ini dapat meningkatkan fungsi pelayanan, perawatan, pembinaan, pengawasan khusunya terhadap tahanan dan narapidana perempuan selain itu juga mengurangi over kapasitas pada lapas dan rutan di Kalsel.

Sementara itu, LPP Kelas IIA Martapura menambah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan menjadi 17 UPT dan satu-satunya Lapas Khusus Perempuan untuk wilayah Kalimantan Selatan.

Berkenan dengan hal tersebut, diharapkan dukungan kerjasama dan sinergitas dari Pemerintah Kabupaten Banjar dan segenap Stakeholder (kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan) guna terlaksananya operasional LPP Kelas IIA Martapura. bnd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here