Legalisasi Lahan Sport Center Sudah di Meja BPN

297

KabarKalimantan, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalsel tetap melaksanakan pembangunan sport center di kawasan Campaka, Banjarbaru meskipun beberapa waktu lalu sempat menuai kritikan dari kalangan DPRD Kalsel.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan Zakly Aswan mengatakan, saat ini lahan seluas 300 hektare yang sudah dibebaskan dengan dana ratusan miliar dari APBD Kalsel tersebut sudah masuk ke meja Badan Pertanahan Nasionel (BPN) Banjarbaru untuk proses legalisasi.

“Kalau pembuatan sertifikat sudah selesai, akan dilanjutkan dengan desain fisiknya,” kata  Zakly usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Kalsel, Rabu (4/7/2018).

Saat didesak untuk meyebutkan taksiran biaya untuk pembangunan sport center itu, Zakly belum bisa mengatakan karena belum ada Detail Engineering Design (DED).

“Menunggu detail DED yang memuat komponen seperti model bangunan, bahan yang digunakan dan lainnya. Sehingga bisa jadi acuan dalam penentuan biayanya,” ujarnya.

Mantan Kepala Satpol PP Pemrov Kalsel ini juga menegaskan, pembangunan sport center tersebut bukan hanya semata-mata untuk tuan rumah PON saja, akan tetapi untuk kebutuhan olahraga masyarakat Kalsel ke depannya.

“Kalsel juga akan menjadi tuan rumah Special Olympic Indonesia. Jadi, sport center itu bukan untuk PON saja. Kalau hanya untuk PON, lebih baik tak perlu bikin sport center,” tutur Zakly.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Yazidi Fauzie menegaskan, informasi yang disampaikan Dispora Kalsel soal perkembangan proyek sport center ternyata terus berlanjut.

Yazidi mengatakan, jika legalitas lahan sudah beres, harus dilanjutkan dengan kegiatan perencanaan dan pengerjaan fisik bangunan sport center. “Kami ingatkan agar menggunakan anggaran seefektif mungkin. Jadi, Kalsel bisa memiliki sarana olahraga yang berstandar nasional, bahkan internasional,” tuturnya.

M Rizal Khalqi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here