Lestarikan Bahasa Banjar, Taman Budaya Kalsel Selenggarakan Lomba Puisi Bahasa Banjar

331

KabarKalimantan, Banjarmasin – Taman Budaya Kalsel bersama Yayasan Sesaji menyelenggaran Lomba Baca Puisi Bahasa Banjar se-Kalsel 2019, di Balairung Taman Budaya, Selasa (13/8/2019).

“Uuuiiii…Purunnya ikam dingsanak, maulah hual di kampung kami, kampung datu nini nang dijaga sampai mati. Kami urang jaba, jangan sakahandak haja”.

Sebait puisi berjudul ‘Kuitihi Banuaku Nang Takarisut’ karya Rahmat Albar yang dibacakan salah satu peserta Lomba Baca Puisi Bahasa Banjar se-Kalsel 2019, Aini dapat menyita perhatian banyak penonton.

Beberapa tekanan intonasi dan ekspresi yang ditampilkan Aini, juga menceritakan dengan jelas isi puisi yang bercerita tentang eksploitasi alam yang terjadi di Bumi Lambung Mangkurat tersebut.

“Puisi yang diperlombakan bagus. Apalagi dengan menggunakan Bahasa Banjar. Jarang lomba puisi ditampilkan dengan bahasa daerah,” ungkap Aini.

Mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin yang kerap memenangkan beberapa lomba puisi ini berharap, ke depan Taman Budaya Kalsel lebih intens lagi dalam menyelenggarakan even seperti itu.

Baca Juga :   Tolak Tambang, Kelompok Halilintar akan Pentaskan 2000+25=SOS

Menurutnya, lomba puisi dengan bahasa daerah perlu dilestarikan. “Kalau ada even seperti ini, saya akan ikut lagi. Mudah-mudahan ini terus berlanjut,” harapnya.

Terpisah, Kepala Taman Budaya Kalsel Suharyanti mengatakan, penyelenggaraan Lomba Puisi Bahasa Banjar ini merupakan kerjasama antara Taman Budaya dan Yayasan Sesaji. Ini pun merupakan rangkaian kegiatan menyambut hari jadi Provinsi Kalsel yang ke-69.

“Salah satu kegiatan hari jadi pemprov ini ya dengan lomba puisi ini,” katanya.

Apalagi ujar Suharyanti, saat ini sangat jarang penyelenggaraan lomba puisi dengan bahasa daerah. Makanya dengan kegiatan ini pula, pihaknya berharap, lomba puisi Bahasa Banjar mampu memotivasi generasi milenial untuk tetap melestarikan budaya daerah.

“Tidak selamanya puisi itu menggunakan Bahasa Indonesia. Intinya kami memperkenalkan kepada generasi muda budaya daerah dan melestarikan bahasa daerah itu melalui karya puisi,” ujarnya.

Baca Juga :   Penggantungan Demang Lehman Dipentaskan di Balai Kota pada Hari Kemerdekaan

Sementara itu, Kepala Yayasan Sesaji, Rudi Karno mengatakan, materi puisi yang diperlombakan diambil dari lomba cipta puisi yang telah diselenggarakan sebelumnya. Dari lomba cipta tersebut, diambil 10 nominasi untuk dijadikan materi dalam lomba puisi Bahasa Banjar.

“Isi puisinya beraneka ragam. Ada tentang kearifan lokal dan juga ada tentang kondisi alam Banua,” terang Rudi.

Peserta lomba yang melibatkan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi dan pelajar ini, lanjut Rudi, berjumlah lebih dari 60 orang. Nantinya akan dipilih 3 juara yang akan mendapatkan trofi dan uang santunan.

“Insya Allah hadiah para juara lomba puisi ini akan diserahkan pada tanggal 15 nanti,” katanya.

Reporter: Smara Aqdimul Azmi

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here