Lima Box Zenith Gagal Edar di Lapas Martapura

1609

Petugas Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura, Made Urif menggagalkan upaya penyelundupan obat daftar G carnophen sebanyak lima boks ke penjara itu.

Wartawan M Syahbandi

PELAKU kepergok menyusul ketelitian petugas lapas di sela mengawasi kebersihan lingkungan LPKA Martapura. Adalah Kasi Pengawasan dan Penegakan Disiplin LPKA Martapura, Gusti Iskandarsyah mengatakan, petugas lapas yang saat itu lepas dinas, Made Urif, tak sengaja mencurigai gerak-gerik seseorang yang mondar-mandir di area pintu gerbang lapas.

Penasaran atas sikap pelaku, kata Gusti, Made menggeledah barang bawaan. “Benar saja saat digeledah ditemukan obat Jenis Daftar G Zenith,” kata Gusti Iskandarsyah kepada wartawan, Selasa (29/8). Menurut Gusti, petugas mengamankan lima box alias sebanyak 500 butir obat berbahaya, carnophen dan mengamankan pelaku.

“Kami pun berkoordinasi dengan Satnarkoba Polres Banjar untuk diperiksa dan ditindaklanjuti,” ujar Gusti. LPKA Martapura bukan sekali ini menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dan obat-obatan terlarang di dalam penjara.

Kepala LPKA Kelas I Martapura, Tri Saptono Sambudji mengapresiasi atas kejelian petugas sipir yang menghalau peredaran narkoba dan carnophen di lapas. Maklum, Tri sangat serius menangkal peredaran narkoba di dalam penjara.

“Yang berusaha memasukan barang terlarang ke LPKA Martapura akan langsung kami tindak dan laporkan ke Kepolisian Resor Banjar,” kata Tri Saptono Sambudji. Tri akan memberi reward terhadap petugas lapas yang sukses menggagalkan peredaran narkoba obat-obatan terlarang di lapas. “Agar memotivasi petugas lainnya,” Tri melanjutkan.

Kabag Humas Kanwil Kemenkumham Kalsel, Andi Basmal pernah menuturkan, hal ini bermula sekitar pukul 09:00 Wita, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Martapura Yunengsih melihat dua orang mencurigakan mendekati area terlarang di sekitaran tembok luar Lapas yang mengarah ke Blok A di LPKA Kelas I Martapura.

Hal itu pun kemudian dinformasikan kepada Kepala. LPKA Martapura Tri Saptono Sambudji bahwa ada 2 orang asing yang gerak-geriknya mencurigakan sedang mendekati tembok area terlarang.
“Nah saat itu juga Kepala LPKA menginstruksikan beberapa pegawai untuk menelusuri dan memeriksa area belakang Blok A. Sekira pukul 09.10 Wita ternyata benar ada barang terlarang yang dibungkus dengan kresek warna hitam serta direkatkan dengan lakban warna hitam,” papar Andi Basmal.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here