Luar Biasa Indah, Beginilah Ekspedisi Tim Kabar Kalimantan ke Desa Datar Batung

736

BARABAI, KK – Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah memang terkenal dengan keindahan alam yang mempesona di kalangan para penjelajah dan pecinta alam.

Namun perlu diketahui di dataran tertinggi di Kalimantan Selatan tersebut ada sebuah desa, yakni Desa Datar Batung yang tak kalah indahnya dengan kawasan wisata alam di nusantara.

Tim redaksi Kabar Kalimantan berkesempatan mengunjungi tempat wisata alam ini dan melaporkannya kepada anda para pembaca redkal.com.

Mungkin terdengar asing di telinga pembaca. Karena tempat tersebut sangat jarang diketahui orang. Padahal desa itu tidak kalah indah dengan wisata lainnya yang ada di Batang Alai Selatan, seperti Desa Nateh, Juhu, dan lain sebagainya.

Datar Batung, secara geografis terletak pada posisi koordinat 2°32’11,01 Lintang Selatan dan 115°37’59,64 Bujur Timur dengan ketinggian 897,19 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu berada di kawasan Kaki Gunung Meratus atau yang dikenal dengan Gunung Halau-Halau (Gunung Besar, sebutan orang meratus).

Letaknya diapit dengan bukit-bukit terjal yang ditumbuhi pohon-pohon besar serta perkebunan warga seperti pisang, padi, dan sebagainya dan di pinggirannya terdapat sungai-sungai dengan arum jeram sedang.

Udara yang sejuk, air yang jernih dan keindahan alamnya, serta budaya dan kehangatan sosialnya atau santunnya warga di sana dijamin memanjakan siapa saja yang datang ke tempat tersebut bakal terkagum-kagum bila melihat dan berkunjung ke tempat ini.

Tak heran jika datang ke tempat itu, segala bentuk capek, galau, gundah gulana dapat terbayar lunas.

Kabar Kalimantan akhir-akhir ini (28-31 Desember 2016) mengajak mahasisiwa Unlam untuk menjelajah ke Datar Batung, dibimbing oleh Dosen Unlam Prodi Sejarah, Hairiyadi dan Hery dari RRI Banjarmasin membuat perjalanan makin terasa menyenangkan dan berkesan karena saling berbagi pengalaman.

Kadir (21), mahasiswa Prodi Sejarah, FKIP Unlam kepada Kabar Kalimantan mengakui perjalanan yang baru pertama kali ia jelajahi amat panjang itu menjadi semangatnya dan kepuasan tersendiri baginya.

“Wah menarik perjalanan ke tempat yang belum pernah kami kunjungi ini, apalagi ada wartawan kabar Kalimantan dan RRI,” akuinya.

Begitu juga Raudatul (23), mahasiswa Prodi Sendratasik Unlam sekaligus anggota Impas FKIP ULM yang juga baru pertama kali ke tempat itu mengakui tidak sia-sia perjalanan jauh yang ditempuh diterima baik oleh warga.

“Masyarakat yang santun pada kami, pemandangan yang luar biasa serta masyarakat yang kental dengan budaya yang ditunjukkan khusus kepada kami membuat saya kagum akan daerah itu,” ujarnya.

Selain itu, Hairiyadi, Dosen FKIP Unlam Prodi Sejarah juga mengungkapkan hal yang sama. Tiap perjalanan beliau mengabadikan momen-momennya melalui kamera kesayangannya.

“Wah, pemandangannya bagus,” tutur dia sambil berhenti dan berpose meminta mahasiswanya berfoto bersama.

Berbeda dengan Hery, Reporter RRI Banjarmasin tersebut mengkritik masalah jalan. Menurutnya, akses jalan ke wilayah itu merupakan prioritas untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di desa sana.

“Kalau akses jalan mudah, ya otomatis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Selain itu, kita juga mudah menuju ke sini,” kritik dia saat saling bertukar pendapat dengan wartawan Kabar Kalimantan.

Sementara itu, Ramal yang baru dilantik 27 Desember tadi sebagai Kepala Desa Datar Batung merasa bersyukur karena tim kami telah berkunjung ke desanya. Ia menawarkan tempat bermalam di rumahnya, balai di desa dan memberikan arahan tentang budaya masyarakatnya serta lokasi-lokasi wisata alam yang sangat jarang dikunjungi oleh orang luar, seperti air terjun, pemandian dan pemandangan indah lainnya.

Untuk menuju Datar Batung, sahabat penjelajah alam jika dari pusat provinsi Kalsel bisa menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat atau jasa angkutan lainnya. Perlu waktu sekitar 4 jam untuk sampai ke pusat kota di Kabupaten HST atau 6-7 jam untuk langsung menuju Kecamatan Batang Alai Selatan, tentu dengan tarif harga yang berbeda dari biasanya.

Sesampai di Kecamatan Batang Alai Selatan, tepatnya di Desa Muara Hungi, kita hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua dengan model trail atau berjalan karena jalan yang licin dan penuh bebatuan serta menulusuri jalan yang turun naik. Perlu waktu 4-5 jam untuk sampai ke Datar Batung kalau berjalan kaki.

Selama perjalanan mata kita akan disuguhi pemandangan hijau, perkebunan warga, pemandangan bukit dan gunung serta aliran sungai deras yang jernih dan segar.

Selain itu, di sekitaran Datar Batung, kita bisa bercengkerama dengan alam. Karena di atas gunung, bisa menikmati matahari terbit dan tenggelam di antara bukit-bukit di sekitarannya. hnl

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here