Rab. Agu 5th, 2020

Mahasiswa Serbu Kantor Setda Kalsel, Sampaikan Aspirasi Terkait Karhutla

2 min read

KabarKalimantan, Banjarbaru – Ratusan bahkan ribuan aktivis mahasiswa lintas perguruan tinggi di Kalimantan Selatan mendatangi kantor Sekretariat Daerah Pemprov Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (24/9/2019).

Digawangi BEM se-Kalimantan Selatan, massa turun untuk merespons bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kalsel dengan mengusung tajuk ‘Karhutla Merajarela, Rakyat Menderita’.

Koordinator Wilayah BEM se-Kalsel, Muhammad Ghulam Reza mengatakan, kedatangan mahasiswa ke Setdaprov Kalsel ingin menuntut pemerintah daerah lebih serius mengatasi persoalan karhutla yang satiap ahun menghantam Banua.

“Kami menuntut pemda untuk bertindak serius dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalsel,” kata Ghulam.

Presiden BEM Uniska ini menuturkan, pemda dapat melakukan pengawasan secara berkala serta pencegahan kebakaran terhadap lahan gambut atau lahan yang rentan terbakar, agar Karhutla tidak terjadi dan menyediakan tenaga medis serta obat-obatan di daerah yang terdampak karhutla.

“Serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala mengenai penyakit yang datang dari dampak kebakaran hutan dan lahan,” kata Presma BEM Uniska MAAB ini.

Selain itu, massa aksi menuntut penindakan tegas terhadap para pelaku pembakaran lahan dan hutan baik perorangan maupun korporasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan juga mendesak Presiden Jokowi menunaikan janjinya untuk mencopot Pangdam, Kapolda hingga Danrem yang tidak becus mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

“Pemerintah tindak tegas dan usut tuntas para pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai dengan UU yang berlaku,” ucap Ghulam.

Sementara menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor meminta para mahasiswa duduk dan tenang.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini dalam arahannya mengatakan,pPemprov, Polda dan TNI juga sudah dan masih berupaya maksimal melakukan pemadaman untuk mencegah terjadinya karhutla.

“Selalu saja kita mendapatkan musibah karhutla, kita Pemprov Kalsel tentu tidak tinggal diam bahkan sampai subuh tadi kita sudah di lapangan, tentunya ini tidak bisa jika Pemprov saja,” katanya.

Paman Birin juga menuturkan, lahan rawa gambut itu susah untuk dipadamkan, sehingga perlu pasokan air yang banyak, untuk dilakukan perendaman terlebih dahulu.

Ia juga sudah memberikan surat edaran agar bupati dan wali kota di 13 kabupaten dan kota di Kalsel serta kepala SKPD mengerahkan anggotanya untuk turun langsung mengangani karhutla.

“Hingga saat ini tim satgas turun siang malam berupaya melakukan pencegahan. Selain itu, Dinas Kesehatanpun sudah diminta untuk memberikan pelayanan  kesehatan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap dan harus dilayani secara gratis,” pungkas Paman Birin.
Sebelum massa membubarkan diri, Gubernur Kalsel menyanggupi tuntutan mahasiswa tersebut dengan menandatangani surat pernyataan ditambah stempel gubenur serta materai 6.000 dan jika tidak terealisasi dalam jangka waktu 2 minggu, massa akan kembali serbu Kantor Setdaprov Kalsel dan tuntut Gubernur Kalsel turun dari jabatannya.

Reporter: M Syahri Ramadhan
Penanggungjawan: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.