Makan Korban Jiwa, Kapolres Tala Minta Tambang Emas Ilegal Ditutup

110

PELAIHARI, KK – Kapolres Tanah Laut (Tala), AKBP Sentot Adi Darmawan meminta kegiatan tambang emas ilegal ditutup. Ini menyusul tewasnya lima penambang karena tertimbun longsoran tanah, Rabu (8/2/2017).

“Saya rekomendasikan untuk ditutup segera, kegiatan penambangan tanpa izin kepada Pemkab Tala,” katanya

Pernyataan ini mendapat tanggapan dari Sukamta, Wakil Bupati Tala. Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan Bupati Tala. Dijelaskan dia, izin tambang adalah kewenangan dari Pemprov Kalsel. “Segera kami bicarakan,” tegas Sukamta.

Sebelumnya, lima penambang emas ilegal di Dusun Deladak, RT 6, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tala, Rabu (8/2/2017) sekitar pukul 22.00 Wita ditemukan meninggal dunia.

Lima korban tertimbun tanah longsor. Kejadian bermula saat saksi bersama lima korban sedang menambang emas secara manual, tiba-tiba tanah yang berada di atas, yang tingginya sekitar delapan meter longsor.

Sehingga menimpa para korban. Melihat kejadian tersebut para saksi mencoba dengan cara manual menggunakan alat seadanya dibantu para pekerja di sekitar lokasi.

Sekitar 30 menit melakukan proses evakuasi didapat korban yang pertama Ismail, kemudian Syarpani, Abdul Syukur, Noor Ipansyah, dan terakhir Junaidi. ned

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here