Kam. Jul 2nd, 2020

Mars Kayuh Baimbai Dibawakan Paduan Isyarat PPDI di Pembukaan Gebyar Festival Banjarmasin II

2 min read

Paduan Isyarat PPDI Banjarmasin saat membawakan lagu mars Kayuh Baimabai di pembukaan Gebyar Festival Banjarmasin II.

KabarKalimantan, Banjarmasin – Paduan Isyarat dari Penyandang Persatuan Disabilitas Indonesia (PPDI) Banjarmasin kembali tampil.

Mengenakan kaos berwarna ungu dengan motif Sasirangan, lagu yang dibawakan kali ini mars Kayuh Baimbai, karya Syarifuddin bersama Hamiedan yang diciptakan di era Walikota Efendi Ritonga.

Persembahan para penyandang disabilitas ini ditampilkan di depan khalayak saat pembukaan Gebyar Festival Banjarmasin (GFB) II di halaman UPT Taman Budaya Kalsel, Jumat (26/7/2019).

Paduan Isyarat bukan kali pertama ini saja ditampilkan. Mereka sudah sering diminta mengisi acara, khususnya di pemerintahan. Event yang dimotori DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Banjarmasin ini juga jadi langganan mereka. 

“Iya diundang lagi. Ini untuk yang kedua kalinya kami tampil di acara IWAPI,” ucap Ketua PPDI Banjarmasin, Selamet.

Terlibat dalam event tahunan ini tentu menjadi suatu kebangan tersendiri bagi Selamat, dan rekan-rekannya di PPDI. Mereka tak hanya mengisi di acara seremonial saja. Tapi juga berkesempatan menjajakan produk di bazar GFB.

“Ada dua item yang kami jual, kuliner dan pernak-pernik. Semuanya bikinan teman-teman,” jelas Selamet.

Menurutnya, dengan sering dilibatkan di event semacam ini, Selamat optimis para penyandang disabilitas bisa terus mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki.

“Mengikuti dan bekerjasama di acara ini tentu bisa pemicu semangat kami untuk terus berkarya. Harapan ke anggota agar bisa berkarya untuk meningkatkan potensi dan membantu perekonomian,” imbuhnya.

GFB memang memiliki tagline Together for Humanity. Semangat tak hanya bicara soal hiburan dan keuntungan. Akan tetapi sisi humanisnya juga ditimbulkan.

“Keuntungan kegiatan ini sebagai akan kami berikan untuk penyandang difabel dan organisasi sosial lainnya,” ujar Ketua DPC IWAPI Banjarmasin, Aida Muslimah Rosehan.

Ada 70 stand yang mengisi di acara tersebut. Aida mengatakan, bahwa GFB II ini lebih meriah dari tahun sebelumnya karena yang terlibat tak hanya dari UMKM. Tapi juga komunitas lain. Salah satunya otomotif.

Selain itu, Aida mengungkapkan, perputaran uang dari hasil transaksi di GFB cukup berpotensi menggerakan roda perekonomian kota. Dari catatan IWAPI transaksi yang terjadi di GFB sebelumnya mencapai Rp250 juta. 

“Tahun ini harapannya transaksi jual beli UMKM bisa meningkat dari tahun sebelumnya,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah yang membuka acara tersebut berharap, dengan adanya agenda GFB diharapkan bisa membantu pemerintah dalam hal pengembangan di dunia usah.

Mengingat, pemkot juga memiliki program wira usaha baru (WUB) dengan target 2500 usahawan selama lima tahun kepemimpinan Ibnu-Herman. “Saat ini sudah ada 1800 WUB. Tapi angkanya masih naik turun,” ujar Hermansyah.

Dia juga berharap, keberadaan IWAPI mampu menggerakan para perempuan di Banjarmasin agar mau menjadi pengusaha yang. “Penduduk Banjarmasin ini paling  banyak perempuan. Makanya IWAPI diharapkan mampu menggerakkan mereka,” pungkasnya.

Reporter: M Syahbani

Baca Juga :   Keluhkan Kualitas Keselamatan Angkutan Laut

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.