Sab. Sep 26th, 2020

Masjid Bambu Bakal Jadi Ikon Wisata Religius di Kiram

2 min read

KabarKalimantan, Martapura – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor melakukan peletakan batu pertama dan penentuan arah kiblat Masjid Bambu KH Abdul Qodir Hasan yang akan dibangun di Desa Kiram, Kabupaten Banjar, Jumat (14/8/2020).

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Kalimantan Selatan yang akrab disapa Paman Birin mengatakan, sangat bersyukur dan bangga karena nantinya Kalsel akan memiliki masjid baru dengan ciri khas berbahan dari bambu. 

“Ini dapat menjadi ciri khas dan daya tarik para wisatawan dan membuat wisata Kiram lebih religius,” katanya.

Ia juga menjelaskan, mengapa bambu yang dipilih menjadi bahannya. Karena menururnya bambu adalah pohon yang apabila kita berada dibawahnya akan terasa sejuk dan bambu punya nilai sejarah bagi bangsa ini yang mana konon cerita penjajah lari terbirit-birit karena sebilah bambu runcing.

“Nah, itulah filosofi bambu bagi bangsa kita,” ucap Paman Birin.

Namun, disisi lain, Paman Birin hanya ingin agar pariwisata di Kalsel dapat lebih dikenal luas lagi sebagai wujud untuk mengganti sumber daya alam yang tak terbarukan menjadi sumber daya alam terbarukan.

“Dengan adanya masjid bambu ini, kita ingin menyambut siapa pun orang yang berkunjung ke Kiram. Mereka bisa menikmati wisata alam dan sekaligus merasa nyaman dalam beribadah,” ucapnya.

Selain itu, ia juga berharap, dari semua itu masjid bambu nantinya jamaah shalat menjadi lebih semarak. “Kita juga ingin menghidupkan masjid sebagai tempat menuntut ilmu dan mensyiarkan agama Ialam,” harap Paman Birin.

Terkait alasan pemilihan nama Masjid Bambu yakni Masjid Bambu KH Abdul Qodir Hasan, Paman Birin ingin mengenalkan tokoh ulama dari tanah Banjar merupakan pembawa NU ke Kalsel.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan, Masjid Bambu ini memiliki struktur dari baja dan tiang pancang dan bambu sebagai variasinya.

“Jadi bambunya ini ada yang berasal dari lokal dan ada juga dari luar Kalsel. Dan untuk ketahanan bambunya bisa sampai hingga 20 tahunan,” kata Roy.

Ia menambahkan, konsep bangunan masjidnya berbentuk seperti kapal, dengan luas ruang utama 15×15 M yang mampu menampung 180 orang yang berada di lantai atas. Sedangkan toilet dan tempat wudhu berada di lantai bawah.

“Jadi ada dua lantai, dan pengerjaannya ditargetkan selesai pada 25 Desember 2020. Sehingga nanti sudah bisa difungsikan,” pungkas Roy.

Reporter: Syahri Ramadhan
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.