Mau Jadi PNS Berat, 4.773 Dinyatakan Tidak Lulus di Ujian Kompetensi Dasar

798

KabarKalimantan, Banjarmasin – Dari 5.108 peserta yang mengikuti uji kompetensi dasar seleksi CPNS Banjarmasin, 4.773 dinyatakan tidak lulus. Sedang yang lulus hanya 335 peserta.

Tentu saja hasil ini jauh dari harapan. Sesuai hitungan, harusnya yang lulus di tahap pertama minimal 1.152 peserta.

“Kalau begini jelas rugi. Karena akan banyak formasi yang kosong. ucap Kabid Pengadaan, Kepangkatan dan Mutasi ASN BKD, Diklat Banjarmasin, Fauzan, Selasa (13/11/2018).

Hasil ini didapat BKD, Diklat dari rilis Pemerintah Pusat. Kendati masih belum dipilah per jabatan, untuk sementara bisa disimpulkan formasi CPNS Banjarmasin terancam tak bisa terpenuhi.

Formasi yang menjadi jatah Banjarmasin, berjumlah 387 formasi. Sedangkan peserta yang lulus hanya 335 peserta. Dengan kata lain, ujian kompetensi bidang nantinya ada beberapa formasi yang dikosongkan.

“Misalnya Formasi Analis Data Informasi, ini untuk Diskominfotik. Dari lima orang yang melamar tidak ada satupun yang lulus. Sedang jatahnya ada dua orang,” jelasnya.

Sementara untuk formasi guru, dari 127 formasi, yang lulus tidak sampai diatas 30 peserta. Lain lagi untuk tenaga kesehatan. Dari 231 formasi, keperawatan mendapat jatah 90 formasi. Sedang yang lulus ada 78 peserta.

“Perawat ada 78 peserta. Tapi karena memang yang mendaftar di perawat ini banyak,” ungkapnya.

Untuk formasi K2 guru juga mengalami nasib yang sama. Dari 3 formasi yang tersedia, tidak ada satupun peserta yang mengikuti ujian nilainya masuk dalam passing grade.

Lantas, apa penyebab banyaknya peserta yang tak lulus di tahap uji kompetensi dasar ini? Fauzan tak berani memberikan kesimpulan. “Apakah terlalu sulit, kami kurang tau standarnya soalnya seperti apa. Atau apakah passing gradenya terlalu tinggi tidak tahu juga.

Dia berharap, nantinya ada kebijakan lain dari Pemerintah Pusat untuk menjadi solusi terkait kosongnya formasi. Sebab, jika dibiarkan maka Pemerintah Daerah akan kerugian.

“Harapan kami kalau ada formasi yang menumpuk bisa digeser ke lain. Misalnya guru SD ada 4 orang yang nilainya masuk passing grade. Yang satu bisa dipindah ke sekolah lain. Supaya kita tidak terlalu rugi,” tukasnya.

M Syahbani

Baca Juga :   Pelantikan Tiga Kepala Dinas Paling Lambat 1 Mei

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here