Media Mainstream Kalsel Diimbau Eliminasi Konten Negatif

502
KabarKalimantan, Banjarmasin – Di era digital saat ini, media sosial dapat menimbulkan dampak yang sangat besar sebagai akibat dari cepatnya informasi yang sampai kepada masyarakat.
Media sosial merupakan salah satu pilar demokrasi, selain eksekutif, legislatif, yudikatif dan pers. Bahkan, hampir semua memiliki media sosial, yang digunakan ke hal positif atau negatif.
Hal itu diungkapkan, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Rosarita Niken Widiastuti,  ketika membuka Editor’s Forum terkait Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas di Hotel Mercure Banjarmasin, Selasa (16/10/2018).
Menurutnya, kenyataan yang dirasakan sebagian orang saat menggunakan media sosial untuk memproduksi konten-konten negatif seperti informasi hoax, ujaran kebencian, fitnah serta provokasi.
Untuk itu, dimasa sekarang bangsa indonesia akan mengadakan pesta demokrasi, Niken mengatakan, media mainstrem memiliki peluang besar untuk menjadi cek fakta.
“Jadi, kalau masyarakat mau informasi yang benar melalui media mainstream,” kata Niken.
Niken menuturkan, media mainstream memiliki kode etik dan mempunyai orang-orang yang betul-betul  profesional dibidangnya.
“Karena itu, media mainstream jangan sampai mengambil informasi yang tidak jelas dari media sosial,” ucapnya.
Ia menambahkan, media mainstream sendiri tidak akan melakukan hal itu. Karena, menurutnya, berdasarkan penelitian, masyarakat sudah cerdas dan percaya kepada media mainstream. Yakni, kepercayaan masyarakat plus 5 dibandingkan kepercayaan dari platform media sosial yang minus 2.
Untuk itu Ia mengimbau kepada awak media mainstream agar peluang tersebut dimanfaatkan untuk memberi edukasi tentang pemilu dan memberi pencerahan. Agar konten-konten negatif dimedsos dapat tereliminasi. Karena, jika dibiarkan sangat berbahaya. Dapat memicu kemarahan, kebencian, dan lain sebagainya.
“Untuk itu, mari kita bersama-sama menjaga informasi kita, seperti tema kita media bermartabat untuk pemilu berkualitas. Selain itu kami mengimbau kepada masyarakat untuk betul-betul bijak dalam memanfaatkan media sosial,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor yang diwakili Asisten Pemerintahan, Heriansyah dalam sambutan tertulis gubernur mengatakan, melalui forum tersebut dapat memberikan kesejukan di tengah arus kontestasi politik 2019 yang sudah terasa sejak saat ini.
“Kiranya, menjadi pembelajaran bagi publik secara luas, agar bersikap bijak dan cerdas dalam menyongsong pemilu 2019,” kata Heriansyah.
Selain itu, Heri menuturkan, peran media massa, cetak maupun elektronik sangat penting dalam menyadari isu-isu politik terkini dan meminimalisir terjadinya kesalahan informasi.
“Mudah-mudahan, bangsa kita mampu menyelenggarakan pemilu 2019 dengan cara yang damai, bermartabat dan menjunjung tinggi kesantunan dan kesopanan dalam menghadapi perbedaan pilihan,” pungkas Heri dalam sambutan tertulis gubernur yang akrab disapa Paman Birin.
Syahri Ramadhan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here