Ming. Jan 17th, 2021

Melalui Dakwah, Putra M Rusli Ajak Milenial Tanbu Luruskan Perilaku

2 min read

KabarKalimantan, Batulicin – Hari ini, masyarakat masih dihantui penyebaran Corona Virus Diseas 2019 (Covid-19), yang sudah merambah nyaris seluruh bagian dunia.

Tak terkecuali di Kabupaten Tanah Bumbu yang masih berstatus zona merah. Namun, seiring waktu, aktivitas masyarakat mulai berangsur normal karena kasusnya sudah melandai. Walau demikian, pemerintah daerah terus menerapkan aturan protokol kesehatan untuk menekan penyebarannya.

Namun, di sisi lain, Kabupaten Tanah Bumbu masih diintai persoalan penyebaran penyakit lainnya yang juga mematikan. Yakni Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Mendengar virus ini masyarakat pasti dibikin merinding. Karena virus ini belum ada obatnya. Sehingga semua pihak berkompeten hanya bisa melakukan upaya pencegahan, diantaranya berupa sosialisasi dan edukasi.

Tanah Bumbu sendiri termasuk daerah tertinggi kasus penderita virus HIV/AIDS. Dari data Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Tanah Bumbu, tercatat 2019 lalu setidaknya terdapat 43 kasus yang terdeteksi. Sontak membuat semua pihak tercengang. Kabupaten termuda ini justru mendapatkan predikat sebagai tertinggi kedua di Kalsel, setelah Kota Banjarmasin.

Melihat kondisi ini, masyarakat prihatin. Tak terkecuali Andi Rustianto, putra Muhammad Rusli yang merupakan calon wakil bupati Tanah Bumbu nomor urut 3.

Guna membantu meringankan beban pemerintah daerah, ia terpanggil untuk membantu melakukan edukasi kepada masyarakat.

 

Dalam kegiatan yang biasa disebut jamaah tabligh, yang kiprahnya bergerak di bidang keagamaan untuk hal kebaikan, Andi melalui dakwahnya selalu mengajak warga, khususnya kalangan milenial agar menghindari perilaku menyimpang. Seperti penggunaan obat-obatan terlarang atau narkoba dan pergaulan bebas.

“Karena mengkonsumsi narkoba dan melakukan pergaulan bebas sangat rentan terjangkit virus HIV/AIDS, jadi harus dihindari. Saya berharap generasi muda Tanah Bumbu bisa mencegah penyakit mematikan ini,” katanya.

Menurutnya, banyak kegiatan lain yang lebih bermanfaat bisa dilakukan milenial sebagai penerus bangsa. Diantaranya kiprah di bidang keagamaan, seperti memakmurkan masjid, belajar ilmu agama, dan menghafal Al-Qur,an.

Ia mengatakan, pihaknya bisa memfasilitasi untuk bergabung bersama dalam jamaah tabliq. “Jamaah tabliq ini dirintis pertama dokter Andi Abdurrahman Noor Al-Idrus, seorang ahli paru-paru. Nama beliau sekarang diabadikan sebagai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di kabupaten Tanah Bumbu,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, dakwah tabligh bergerak sebagai komunitas non partai, namun terorganisir. Salah satu kegiatan utama tabligh ini adalah upaya untuk memperbaiki akhlak manusia dizaman yang begitu banyak fitnah. Komunitas ini bergerak untuk mengiring pemuda agar menjadi generasi yang berkualitas dan berakhlak.

“Kita sadari bahwa narkoba, dan AIDS, pergaulan bebas di Tanah Bumbu semakin tahun semakin meningkat. Maka diperlukan pemimpin yang faham agama, dan berpengalaman dalam bidangnya,” tambahnya.

Andi menambahkan, untuk menanggulangi persoalan HIV/ AIDS, Kabupaten Tanah Bumbu butuh leader yang memiliki visi misi dan program kerja jelas menekan penyebaran virus ini.  Sehingga momentum Pilkada serentak 2020 harus dimanfaatkan untuk mendukung dan mendorong pemimpin demikian.

“Mari kita bersama-sama agar masyarakat bisa menggunakan hak pilih sesuai hati nurani yang bersih dan kita bisa jeli menentukan pilihan mana pemimpin yang amanah, yang faham dalam birokrasi pemerintahan,” ajaknya.

Ia menyiratkan, jika masa depan bangsa berada di pundak-pundak pemuda yang berakhlak dan mengerti agama.

Reporter: Slamet Riadi

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.