Sel. Des 1st, 2020

Memancing Juga Harus Beretika

2 min read

MENDENGAR kata mancing tentu akan muncul seketika di benak anda kalau mancing merupakan hobi yang berhubungan dengan ikan, air, kail dan alat pancing lainnya. Dan kali ini kita akan membicarakan tentang hobi memancing.

Perlu kalian ketahui memancing merupakan aktivitas yang membutuhkan kesabaran, ketelatenan dan konsentrasi tinggi, walaupun ketika kita melihat orang memancing tampak seperti orang yang menghabiskan waktu secara percuma.

Sebagai daerah yang dikenal memiliki ribuan sungai, tentunya banyak sekali jenis ikan terdapat di sungai-sungai Kalimantan. Sebut saja, seperti ikan gabus, patin, papuyu dan jenis ikan air tawar lainya.

Kendati tak sedikit jenis ikan ada di sungai, memancing di laut tetap masih menjadi tujuan utama bagi para penggila memancing. Apalagi umpan yang ditarik ikan-ikan besar dengan bobot berkali-kali lipat dari ikan sungai, jelas turut memancing rasa penasaran mereka yang hobi memancing.

Pun demikian dengan yang dirasakan Ismail Fahmi. Bersama teman-temanya, pria yang biasanya disapa Fahmi ini lebih menyukai memancing ke laut. Selain hasil dapatan yang memuaskan, memancing di laut juga memberi sensasi yang tidak dapat dirasakan di sungai.

Hobi memancing ini sendiri sudah digeluti Fahmi lebih dari separuh umurnya. Dan sejak 10 tahun terakhir, dia mengalihkan hobi memancing dari sungai ke Laut.  Pria yang biasa dijadikan “Kepala Ahuy” oleh teman-temannya ini banyak mempunyai pengalaman memancing di laut, termasuk kejadian aneh.

“Satu hal apabila memancing di laut tidak boleh ada rasa iri kepada teman,” ungkap Fahmi.

Itu karena, lanjutnya, dulu saat awal-awal memancing di laut pernah merasakan kejadian yang cukup langka tapi nyata. Teman yang iri karena hasil tangkapannya sedikit, malah tidak mendapatkan ikan sama sekali setelahnya. “Jadi apa yang kita irikan, justru akan cepat kabul,” jelasnya.

Sementara itu, terkait budget untuk menyalurkan hobi memancing disebutnya relatif, tergantung medan pancingan yang akan dicoba. Apabila memancing di sungai tentu tak perlu modal besar. Tapi apabila memancing di laut, alat pancing yang harus dibeli tentu harganya sangat mahal lantaran kail dan tali pancing yang digunakan harus mampu menahan tarikan ikan berbobot minimal 5 kilogram.

Menurut Fahmi, memacing juga cukup mendatangkan pundi-pundi rupiah yang lumayan. “Kebanyakan saya dan kawan-kawan menjual hasil pancingan kepada pedagang ikan di pasar, bahkan ada juga yang sudah memesan sebelum berangkat ke laut,” imbuhnya.
Untuk sekali berangkat ke laut, biasanya bisa menghabiskan Rp4 juta. Modal itu didapat dari hasil urunan kawan-kawan yang ingin ikut memancing. Selain digunakan untuk menyewa kapal, mereka juga perlu membeli umpan yang bagus seperti udang dan ikan laut.

Bukan hanya pengalaman mengasyikan, Fahmi juga terkadang menemukan hal miris di hati saat melihat ada nelayan luar yang menggunakan kapal pukat harimau dan membom ikan sebagai media menangkap ikan lebih banyak.

Kondisi ini sangat meresahkan para pemancing. Karenanya, dia berharap kepada petugas keamanan laut untuk bisa berpatroli laut agar para perusak ekosistem laut tersebut bisa ditindak sesuai hukum dan jera. bbe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.