Menambah Pundi Rupiah dari “Tuah” Kelotok Sungai Martapura

564

BANJARMASIN, KK – Aktivitas hilir mudik kelotok (perahu motor) di kawasan Siring Menara Pandang Jalan Piere Tendean menjadi pemandangan baru yang menarik belakangan ini. Tahukah anda, berapa penghasilan yang didapat para pengemudi kelotok dari destinasi wisata susur Sungai Martapura tersebut?

Memang, jika anda berkunjung pada Senin sampai Jumat biasanya para pengemudi kelotok akan sepi penumpang. Namun amat berbeda ketika hari libur. Pengunjung kawasan Siring Menara Pandang Piere Tendean akan membeludak, otomatis penumpang kelotok bakal bertambah.

Seperti dituturkan salah satu pengemudi kelotok, Abdullah (45) kepada Kabar Kalimantan, Selasa (4/4/2017). Ia menceritakan, penghasilan dari membawa pengunjung menyusuri Sungai Martapura tidak begitu banyak, namun cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, agar asap dapur tetap mengepul.

“Paling banyak sebulan kami bisa mendapatkan kurang lebih dua juta rupiah. Itu belum lagi biaya solar, retribusi dan perbaikan-perbaikan kelotok jika ada kerusakan,” papar pria asli kelahiran Banjarmasin ini dengan mimik serius.

Mengenai rute susur sungai sendiri, lanjut Abdullah, memang tak terlalu jauh. Kelotok akan melaju menyusuri kawasan Pasar Lama lalu menuju Jembatan Merdeka dan Pasar Sudimampir.

Selama perjalanan itu biasanya kelotok akan menghabiskan satu hingga dua liter solar. Setelah biaya membeli solar ditambah tarif penumpang Rp5.000 per orang, dengan jumlah 10-12 orang per kelotok, ia bisa meraup untung Rp30.000 hingga Rp40.000 dalam sehari. Kantong akan semakin tebal saat hari libur tiba, dan cuaca mendukung.

Kalau dihitung-hitung, ada lebih dari 30 buah kelotok yang setia parkir setiap hari menunggu penumpang di Siring Menara Pandang. Dengan jumlah sebanyak ini, ada kesepakatan antara pengemudi kelotok dengan menerapkan sistem giliran. Sehingga persaingan bisa diatur dan sama-sama adil.

“Sebenarnya total jumlah kelotok pengangkut penumpang di Kota Banjarmasin kurang lebih 85 buah, tapi terbagi di beberapa tempat, seperti di salah satu tempat makan di Banua Anyar dan Pulau Kembang,” tambahnya.

Kelotok bisa pula disewa untuk keperluan pribadi, biasanya untuk satu keluarga yang ingin menyewa kelotok khusus. Nah jika begitu, sewa kelotok untuk ke Pasar Terapung Muara Kuin dan Pulau Kembang akan dikenakan sewa Rp400.000 pulang pergi. “Kira-kira segitu mas,” ucap dia.

Salah satu pengunjung, Yuliana Sri Dewi (23) mengatakan, biasanya lebih memilih Minggu atau hari libur untuk melakukan perjalanan wisata, mulai dari siring menuju lokasi lainnya, seperti ke Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar.

“Lebih leluasa bepergian di hari libur, sekalian melepas jenuh setelah hampir seminggu bekerja. Liburan kan tidak harus ke luar daerah, di sini saja sudah banyak wisata bisa dikunjungi,” tutup wanita yang bekerja di salah satu perusahaaan swasta ini sambil tersenyum. mar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here