Menawarkan Optimisme, Sanggar Anam Banua Pentaskan Hama di Huma

953

KabarKalimantan, Banjarmasin – Judulnya memang terkesan menyedihkan. Tapi, endingnya berkata lain.

Monolog Hama di Huma dipentaskan Sanggar Anam Banua pada Sabtu (9/2/2019) malam di Gedung Balairungsari Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Itu dalam rangka satu dekade usia mereka.

Sebagai suguhan pembuka, Hama di Huma tampil di panggung tambahan. Penonton diminta menunggu pentas selanjutnya, Metamorfosa.

Seting panggungnya bergaya agak realis. Satu orang-orangan sawah ditambah potongan kayu tua dan tumbuhan padi yang terkesan dipaksakan ada untuk menguatkan latar tempat.

Hama di Huma mengisahkan dilema yang pernah dialami seorang petani. Hama yang menyerang tak bisa diusir hanya dengan tolak bala. Begitu juga dengan obat pengusir import.  Sampailah ia pada pilihan yang sulit. Semua petani sudah menjual lahan pada pengusaha. Meski cinta pada lahan warisan turun temurun itu, ia pun turut menjualnya.

Baca Juga :   NSA Forum Bakal Bicarakan Kesenian Gandut

Rupanya, Si Petani tu tak meninggalkan pekerjaannya. Ia mencari lahan di tempat lain. Hasil menjual tanah digunakan untuk mengawinkan Rasyid dan Maimun. Keduanya kemudian ia biayai untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Sukses didapatkan. Ia menjadi bos dengan 5 gudang beras.

Hama di Huma ternyata bukan naskah monolog asli. Naskah tersebut awalnya ditulis M Yamani dalam bentuk drama kolektif. Sang sutradara, Riza Rahim menantang si aktor untuk menyulapnya menjadi monolog.

“Saya hanya beracuan pada naskah awalnya,” ucap Arga wahyudi saat sesi diskusi usai pertunjukkan.

Sementara itu, Riza Rahim yang juga pendiri Sanggar Anam Banua mengungkapkan, pementasan tersebut tidak untuk memberatkan si aktor. Itu merupakan kebiasaan Sanggar Anam Banua. Aktor diberikan ruang sebesar-besarnya untuk berekspresi menginterpretasi naskah untuk disajikan.

“Pementasan kami tidak harus bagus,” katanya.

M Ali Nafiah Noor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here