Sel. Jun 15th, 2021

Mengelola Waktu Belajar Secara Efektif

3 min read

MANAJEMEN waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Mengelola waktu belajar bukan berarti kehilangan waktu luang untuk bersenang-senang. Bukan pula berarti dalam 24 jam perhari harus dihabiskan untuk belajar. Justru sebaliknya, prinsip utama dari pengelolaan waktu secara efektif adalah pembagian waktu yang efektif untuk kegiatan-kegiatan yang meliputi waktu untuk belajar, bekerja, kegiatan sosial, dan waktu untuk diri sendiri bersantai.

Betapa seringnya kita mendengar pepatah yang mengatakan “waktu adalah uang”. Tapi sebenarnya berapa banyak di antara kita yang benar-benar dapat memanfaatkan waktu yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. Sebenarnya, jika ingin mengatur kehidupan dan membuatnya menyenangkan, sebagai permulaan yang dibutuhkan adalah mengatur waktu Anda.

Kiat utama untuk mengelola waktu belajar adalah kombinasi dari fleksibilitas dan disiplin. Sering kali jadwal belajar telah disusun, namun kemudian ada kegiatan mendadak yang harus diikuti. Misalnya ada keluarga yang membutuhkan pertolongan atau ada teman yang mendadak perlu bantuan kita, atau contoh hal-hal genting lainnya.

Prinsip-prinsip manajemen waktu salah satunya memiliki tujuan. Karena tujuan merupakan kunci utama yang akan menggambarkan hasil akhir dengan jelas. Mengatur waktu tanpa memiliki rencana dan tujuan justru dinamakan penghamburan waktu. Begin with the end of things, mulai segalanya dari akhir. Maksudnya pikirkan apa hasil akhir yang akan diraih dan dialami.

Banyak orang memanfaatkan waktunya dengan baik setelah melihat hasil akhir dirinya dengan sangat jelas. Be flexible, please….believe me! Jadilah fleksibel, hidup ini bukan seperti matematika dimana 1+1=2. Namun terkadang mengharuskan kita menyiapkan plan A, plan B, bahkan sampai Z. Tak usah terpaku pada to-do list yang dibuat hari ini. Bersikaplah fleksibel dan buat dirimu dihormati dengan memberikan waktu untuk menghormati orang lain.

Selamatkan waktu dengan prioritas apabila memiliki to-do list 10 kegiatan yang ingin dilaksanakan, jangan memaksakan semua sehingga kehidupanmu menjadi kaku. Ambil 3 kegiatan terpenting, di mana selanjutnya adalah optimal. Atau 20% kegiatan terpenting dari targetmu hari ini, maka dijamin kamu sudah menyelesaikan 80% dari semuanya, setidaknya untuk mendekati cita-citamu. Apa jadinya bila tugas A ditinggalkan, sementara fokus ke tugas C, di dunia pengembangan ini dikenal dengan prinsip pareto, hidup menjadi lebih efektik, efisien dan seimbang.

Use single handling fokus dalam satu waktu ketika memutuskan untuk megerjakan suatu hal penting, maka hindari semua gangguan. Fokus, matikan handphone, atau apapun itu yang mengganggu konsentrasi Anda. Dan jangan mengerjakan pekerjaan lain sebelum tuntas. Maka kamu akan tercengang ketika mengetahui bisa mengerjakan hal kecil dalam waktu 20 menit, dari waktu yang biasa dihabiskan sekitar 1 jam untuk mengerjakan tugas serupa.

Refreshing penghematan jangka panjang, jangan memaksa diri untuk terus-menerus mengerjakan tugas. Jangan menganut prinsip bahwa manusia seperti balon tiup yang suatu saat bisa pecah saat stress. Namun semua yang tidak seimbang pasti tidak baik. Kalau berpendapat refreshing itu membuang waktu maka ketika kamu stress berat dan merasa jenuh, maka waktu yang kamu buang lebih banyak lagi.

Prinsip multitasking adalah gambaran mudahnya istilah waktumu ketika menunggu, menyetir, dalam perjalanan atau bahkan ketika memenuhi ‘call of nature’. Dengan membaca buku, mendengar kaset ceramah, khotbah, motivasi, atau tips pengembangan diri. Maka waktumu akan lebih berarti dibandingkan menunggu tanpa melakukan apapun.

‘Maintenance balance’ seimbangkan semuanya, ini adalah salah satu prinsip terpenting karena semua apa yang berjalan tidak seimbang tidak baik. Apa jadinya jika dunia ini hanya ada siang, kalau hanya mementingkan karier dengan mengabaikan keluarga itu tidak ada artinya. Semua akan berarti jika unggul di segala aspek, ayah yang baik, berjiwa sosial yang tinggi, berilmu, karier gemilang, fisik sehat, aqidah kokoh, dan lain sebagainya.

‘Dare to be assertive’ berani untuk bilang tidak, ini adalah seleramu untuk mengatur kapan harus bilang ya dan kapan harus bilang tidak. Intinya adalah dengan mengatakan tidak padahal yang tidak urgent dan tidak penting. Kamu bisa mengalokasikan waktu untuk kegiatan lain agar lebih seimbang dan tidak membuang waktu.

Do it now don’t procrastinate your activity! Inilah prinsip terakhir yang juga paling penting. Aspek action dari segala planning yang akan mewujudkan cita-citamu. Lakukan semua yang telah kamu rencanakan, selesaikan tugas yang terdata di to-do list Anda. Manfaatkan waktu luang dan hindari menunda-nunda pekerjaan, sebelum pekerjaanmu menumpuk dan membuatmu bingung sendiri.

Oleh: Ario Anshory S.Pd
Guru PPKn dI SMP Negeri 1 Angsana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.