Menjadi Aktor Harus Iklas

1045

KabarKalimantan, Banjarmasin – Seorang pelaku seni peran terkadang harus rela melakukan apa saja demi keberhasilan memerankan satu karakter. Tidak jarang, itu sangat bertolak belakang dengan kepribadian.

Meski demikian, tantangan itu lah yang malah disukai para aktor. Seperti diakui Selma Istiana.

Salah satu seniman teater wanita di Banjarmasin ini memang cenderung berpenampilan tertutup dalam kesehariannya. Wajah cantiknya selalu dihiasi kerudung. Tapi sebagai aktris, karakter harus dimainkan semaksimal mungkin.

Ia pun bercerita, beberapa kali pernah mendapat peran menantang. “Macam-macam. Lacur juga orang gila,” ucapnya.

Menurutnya, setiap peran selalu memberi kesan dan pengalaman. Sebab saat mendalami karakter, perlu penyerahan diri yang tidak mudah. Seperti saat ia memerankan karakter wanita malam dengan gaun amat pendek, tidak mungkin hanya dengan hati yang setengah-setengah.

Gadis yang lahir di Banjarmasin pada 26 Juni 1996 itu sudah berteater sejak mengenakan seragam putih abu-abu. Ia salah satu alumni Teater Tunas Banua MAN 2 Model Banjarmasin. Melakukan hal-hal di luar kebiasaan dalam sebuah peran tak membuatnya kapok.

Baca Juga :   Tak Cukup Dalam Negeri, DPRD Kalsel Berencana Kunjungi Luar Negeri

“Biar banyak penggalian lagi. Jadi enggak di situ-situ aja,” katanya.

Saat ini Selma tergabung dalam Sanggar Anam Banua. Ia bertekad terus menggali potensinya dalam melakoni seni peran. Karakter yang kotor sekali pun tak membuatnya takut.

Dalam waktu dekat, Selma akan tampil bermain monolog bersama Sanggar At-Ta’dib Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Ia tengah mengulik naskah “Sekelam Malam Sehitam Batu Bara” karya YS Agus Suseno yang berkisah soal dampak sosial dari aktivitas eksploitasi alam.

M Ali Nafiah Noor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here