Rab. Sep 23rd, 2020

Menjelang Pilkada, Kebijakan PDAM 10 Meter Kubik Dicabut, Ini Kata Dewan Banjarmasin

1 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Menjelang Pilwali Banjarmasih 2020, kebijakan pemberlakuan tarif dasar air minum PDAM Bandarmasih sebesar 10 meter kubik akhirnya dicabut oleh pemerintah setempat.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin HM Yamin pun mengapresiasi langkah yang diambil oleh Pemkot Banjarmasin tersebut.

Apalagi kata Yamin, pada saat penyampaian aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses dewan berkali-kali keluhan tarif itu mencuat, pemberlakuan tarif ini dinilai warga sangat memberatkan.

“Kami baru tahu juga dari media terkait pencabutan tarif ini. Keluhan warga ini juga sering kami sampaikan kepada pemerintah, mulai dari periode dewan yang lalu,” kata Yamin.

Politikus Gerindra ini berharap, pencabutan kebijakan tarif dasar air minum menjelang Pilwali di Banjarmasin tidak dijadikan sebagai alat untuk menarik simpati masyarakat.

“Jangan sampai pencabutan ini dijadikan sebagai alat pencitraan,” ingatnya.

Selain itu, dirinya juga menginginkan, tidak hanya pencabutan tarif dasar air minum 10 meter kubik saja, namun juga ada subsidi bagi warga terkait biaya penggunaan air bersih PDAM Bandarmasih di kota ini.

“Tidak hanya pencabutan, tapi tarif atau biayanya diturunkan. Kalau berkaca dengan Surabaya, tarifnya jauh lebih murah dibandingkan dengan Banjarmasin. Apalagi saat pandemi Covid-19, itu sangat dinantikan warga,” terangnya.

Reporter: Smara Aqdimul Azmi
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.