Menpar Siap Dukung Pegunungan Meratus Menjadi Geopark UNESCO

1497

KabarKalimantan, Banjarmasin – Dua hari berada di Kalimantan Selatan dan berkunjung ke berbagai destinasi wisata, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya buka-bukaan tentang pariwisata Banua.

Ia mengatakan, selama berada di Kalsel, dirinya melihat sendiri berbagai destinasi wisata yang ada di Bumi Lambung Mangkurat dan dapat masuk dalam Visit Kalsel 2020.

“Untuk sementara di kesimpulan atraksinya tingkat dunia, melihat sendiri yang bisa masuk ke final adalah Pegunungan Meratus atau Geopark. Dan itu harus setingkat dunia, tidak bisa Geoparknya hanya tingkat nasional,” kata Arief usai Rapat Koordinasi Destinasi Pariwisata se-Kalsel di Best Western Hotel Banjarmasin, Selasa (13/8/2019).

Ia mengaku, siap mensupport Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan jika siap menjadikan Geopark Pegunungan Meratus ke tingkat Geopark Internasional UNESCO agar semakin banyak produk wisata yang bisa dipromosikan, bahkan hingga ke ranah global.

Baca Juga :   Tim Karhutla Berjibaku Padamkan Api di Lereng Meratus

“Kalau iya diputuskan oleh Pemprov Kalsel, langsung kita bawa ke UNESCO Global Geopark (UGG), Kemenpar akan mensupport itu tentunya bersama kementerian terkait yang lain,” ucap Arief.

Selain atraksi, sebagai catatan untuk menunjang kepariwisataan dan track wisatawan lebih banyak, lanjut Afief, akses lainnya ialah bandara yang harus internasional dan adanya amenitas atau fasilitas.

“Kami akan membantu mulai dari Atraksinya Geopark Meratus menjadi UNESCO Global Geopark dan jika bandara menjadi internasional jelas turut mendukung promosinya, kalau Kalsel siap mengembangkan Nomadik Tourism,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan, Nurul Fajar Desira mengatakan, Pemprov Kalsel sudah memiliki target untuk menaikan status Geopark Meratus yang masih tingkat nasional menjadi Geopark UNESCO.

“Target kami paling cepat akan mengajukan pada 2020 dan paling lambat 2021 nanti,” kata Fajar.

Baca Juga :   Pentaskan 2000+25=SOS, Kelompok Halilintar Beri YS Agus Suseno Penghargaan

Menurutnya, untuk menuju menjadi Geopark UNESCO banyak hal yang harus disiapkan, mulai penyiapan SDM hingga pengelolaan 70 lebih Geosite yang terbentang di Pegunungan Meratus.

“Itu akan dibenahi satu persatu secara bertahap dan nanti akan dipilih prioritasnya,” ucapnya.

Menurutnya lagi, hal tersebut harus dikelola secara profesional dengan melibatkan masyarakat setempat, yang kemudian hasilnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat, setelah itu baru layak menjadi Geopark UNESCO.

“Artinya, kita buktikan dulu bahwa kita mampu mengelola geopark yang sudah nasional ini. Sesudah itu baru kita bisa mengajukannya. Sebelum itu sebaiknya kita jangan mengajukan diri,” pungkasnya.

Saat ini pihaknya sedang membidik masyarakat setempat dan kelompok sadar wisata untuk bisa mengelola dan mengenalkan geosite yang ada, serta membenahi infrastruktur, atraksi, kuliner serta flora dan faunanya.

Reporter: Syahri Ramadhan

Editor: Suhaimi Hidayat

Baca Juga :   Lindungi Pegunungan Meratus dengan Geopark Nasional

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here