Sen. Jul 6th, 2020

Menteri Lukman Pastikan Kesetaraan Pendidikan di Kalsel

1 min read

Menteri Lukman Hakim Saifuddin usai mengisi rakor pendidikan agama se-Kalsel di Banjarmasin, Jumat (15/9/2017). Redkal.com/ M. Rizal Khalqi

KabarKalimantan, Banjarmasin -Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, melarang ada diskriminasi antara sekolah formal dan non formal di dunia pendidikan. Lukman mencontohkan diskriminasi di sector anggaran antara sekolah formal dan nonformal.

“Itu tidak boleh lagi terjadi karena sudah setara,” kata Lukman usai membuka rapat koordinasi bidang pendidikan agama tahun 2017 Provinsi Kalsel di Hotel Arya Barito Banjarmasin, Jumat (15/9/2017).

Sebab, kata dia, kesetaraan ini mengacu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Menurut Lukman, beleid itu tolok ukur untuk menyetaraka sekolah.

“Dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (TMD), Pondok Pesantern saat ini sudah setara dengan pendidikan formal,” kata menteri asal Partai Persatuan Pembangunan itu. Lukman terus mengafirmasi terhadap kebijakan terkait pendidikan jalur non formal harus diutamakan.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Yazidie Fauzi, merespons positif atas Perpres itu karena meningkatkan kualitas Pendidikan anak bangsa. “Sebenarnya sama aja, pemerintah ingin meningkatkan kualitas anak didik,” tutur Yazide Fauzi, sambil menambahkan aturan ini demi meningkatkan pendidikan karakter peserta didik.

Baca Juga :   Gagal di Jalur PPDB, Masih Ada Sekolah Swasta

M. RIZAL KHALQI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.