Sel. Mar 31st, 2020

Menteri Sosial Sebar Rp 30 Miliar untuk Hulu Sungai Utara

2 min read

KabarKalimantan, Amuntai – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Dalam kunjungan itu, Menteri Khofifah memberikan bantuan sosial sebanyak Rp 30,6 miliar kepada penduduk miskin dan difabel di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

 

Di Kabupaten HSU, rincian nominal bantuan itu mencakup Program Keluarga Harapan sebesar Rp 9,19 miliar, beras kesejahteraan sebesar Rp 20,39 miliar, batuan sosial disabilitas sebanyak Rp 150 juta, bantuan sosial lanjut usia Rp 220 juta, dan rumah tidak layak huni sebanyak Rp 300 juta.

 

Pihaknya sudah menyiapkan 26 tenaga pendamping PKH yang bertugas mengedukasi dan membantu Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Uangnya harus ditabung, jangan dibuat konsumtif. Saya targetkan penyaluran bansos tahap ketiga tuntas di akhir Agustus,” kata Menteri Khofifah saat penyerahan secara simbolis dana PKH di Amuntai, Kamis (27/7/2017).

 

Bupati Hulu Sungai Utara, Abdul Wahid, mengatakan KPM bansos mencapai 4.772 yang terhitung sejak tahun 2008-2017. Secara kumulatif, menurut Abdul, jumlah KPM bansos ada kecenderungan naik setiap tahun di HSU. “Tahun 2017 ada 546 kepala keluarga yang dapat bansos,” Abdul Wahid berujar.

 

Menurut dia, bansos tahun 2017 menyentuh keluarga miskin pada 10 kecamatan se-Kabupaten HSU. “Tahun 2015, warga HSU yang menerima bansos sebanyak 1.464 KPM, tahun 2016 naik menjadi 3.376 KPM dan naik lagi sebabnya  4.772 KPM di tahun 2017. Alhamdulillah bantuannya naik terus,” kata Abdul Wahid.

 

CEO Bank Mandiri Regional Kalimantan, Anton Zulkarnain, mengatakan terus berkomitmen menyalurkan bansos non-tunai di Pulau Kalimantan. Bank Mandiri, kata dia, menerima mandat untuk menyalurkan bansos non-tunai kepada 1 juta KPM pada 2017. Bank Mandiri sudah merangkul 27 agen penyalur di wilayah HSU. Adapun khusus di wilayah Banua Anam, bank pelat merah itu menunjuk 93 agen yang bertugas membantu penyaluran bansos non-tunai.

 

Namun, Anton kesulitan menyebutkan detail berapa agen yang terlibat dalam penyaluran  bansos non-tunai di Pulau Kalimantan. “(se-Indonsia) Sampai bulan Juli sudah tersalurkan 200 ribu KPM penerima PKH dengan nilai Rp 100 miliar lebih, dan 400 ribu KPM pangan non-tunai,” ujar Anton Zulkarnain.

DP

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.