Merasa Tak Sesuai Fakta, Keluarga Korban Pembunuhan Naik Pitam

KabarKalimantan, Marabahan – Kasus pembunuhan Akhmad Berjanji di Desa Belandean Muara, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola kembali disidangkan dengan agenda sidang pemeriksaan saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Ardhi Wijayanto dan JPU Amril Abdi serta Muhammad Ridwan tersebut berlangsung di Pengadilan Negeri Marabahan, Rabu (11/4/2018).

Dalam hal ini, terdakwa Syarifuddin menghadirkan dua saksi yakni Mahliandi dan Rahman yang mana kedua saksi tersebut telah mengantarkan terdakwa menyerahkan diri ke Pos Polisi Terminal Handil Bakti.

Selanjutnya, dilakukan lah pemeriksaan terhadap terdakwa serta pertanyaan yang diajukan oleh hakim dan JPU. “Apakah saudara terdakwa saat melakukan pembunuhan sudah terencana,” ujar Hakim.

“Tidak, sebab kejadian tersebut tidak sengaja dan khilaf, korban yang lebih dulu memukul saya,” jawab Sarifuddin.

Namun, jawaban dari pihak terdakwa itu nampaknya membuat pihak keluarga naik pitam, sebab dari jawaban yang dilontarkan terdakwa seolah-olah dibuat-buat.

Baca Juga :   32 Tim Adu Kecepatan Perahu Naga di Marabahan

Di sisi lain, menurut salah satu keluarga korban, pembunuhan itu sudah terencana. “Hal itu berdasarkan kesaksian salah seorang saksi yang mana sebelum kejadian terdakwa sudah beberapa kali lewat di depan rumah korban sembari melihat-lihat ke dalam rumah,” tegasnya.

Mendengar kesaksian dan pembelaan terdakwa, Ketua Majelis Hakim pun memutuskan akan melanjutkan sidang pada 17 April 2018 dengan menghadirkan saksi yang meringankan terdakwa.

Seterusnya setelah sidang berakhir, keluarga korban yang tersulut emosi dan merasa kesal mencoba mengejar terdakwa. Tapi, pengawalan dan pengamanan ketat yang dilakukan petugas kepolisian membuat keluarga korban tak bisa menghampiri terdakwa.
SYAHBANDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here