Merenungi Fenomena Buang Bayi di Banjarmasin

OROK bayi dibuang di tempat sampah toilet Duta Mall sangat mengguncang rasa kemanusiaan kita. Ini bukan pertama kali, namun kesekian kalinya kasus serupa terjadi di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Banyak faktor yang menyebabkan kejadian seperti ini terjadi berulang kali. Bisa dilihat dari sisi sosial, ekonomi, gaya hidup hingga lemahnya pembangunan moral di tengah masyarakat kita.

Bisa kita bayangkan, bagaimana psikologi orangtua dari bayi yang dibuang itu. Namun memang masih belum diketahui dengan pasti, siapa pelaku pembuang bayi yang ditemukan Rabu, (8/2/2017) itu.

Di sinilah kelihaian aparat keamanan berperan. Pelaku pembuang bayi harus ditemukan, ditangkap, dan dihukum seberat-beratnya. Agar jadi pelajaran, bahwa membuang bayi adalah perbuatan yang sangat mencoreng kemanusiaan.

Jika melihat temuan bayi di toilet pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin itu, tentunya rekaman CCTV bisa diperiksa, untuk membantu pengungkapan kasus ini. Termasuk pemeriksaan para saksi.

Kasus ini harus diungkap, dan ditemukan pelakunya. Agar kemudian, masyarakat mengetahui bahwa membuang bayi akan dihukum dengan hukuman yang berat. Sehingga akan berpikir dua kali sebelum melakulan tindakan di luar batas kemanusiaan itu.

Tidak kalah penting adalah peran pemerintah dalam membangun karakter dan moral masyarakat. Jangan sampai hanya fokus pada pembangunan infrastruktur saja, tanpa memperhatikan pembangunan moral masyarakat.

Ingat pembangunan yang pesat tanpa ditopang moral masyarakat yang baik akan rapuh. Sehingga harus ada program pembentukan mental dan karakter masyarakat kita hari ini.

Tingkat kriminalitas dan kejadian seperti pembuangan bayi ini adalah indikator, pembangunan karakter dan moral masyarakat kita belum maksimal. Sehingga perlu ada pemikiran dan langkah serius dari pemerintah daerah mengenai masalah ini.

Jika kita menengok Pemkot Bandung misalnya, mulai digalakkan ekonomi kreatif, ruang terbuka menarik dan menyenangkan dibangun, permodalan usaha kecil dipermudah, hingga pemberdayaan pemuda juga digalakkan. Sehingga tingkat stres masyarakat berkurang dan kegiatan positif juga semakin  banyak. red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here