Sab. Agu 15th, 2020

Merespon Gurindam di Hutan Pinus Banjarbaru

2 min read

KabarKalimantan, Banjarbaru – Pemandangan berbeda nampak di Hutan Pinus Banjarbaru, Sabtu (27/10/2018). Para seniman beragam jenis merespon karya gurindam dari Ibramsyah Barbari.

Kegiatan tersebut dibalut dengan tajuk Soundscape of Gurindam. Beragam karya yang diolah para seniman dari berbagai bidang itu pun membuat gurindam seperti banyak rasa.

Kegiatan tersebut rupanya adalah salah satu program Taman Budaya Kalimantan Selatan. Pagelaran seni dilaksanakan di Kabupaten dan Kota. Pertama kali dilaksanakan di HST, menyusul Tapin, HSS, Balangan, Tabalong, HSU, Barito Kuala, dan sampailah giliran Banjarbaru.

Taman Budaya Kalimantan Selatan pun bekerjasama dengan Pemerintah Kota Banjarbaru untuk menggandeng Novyandi Saputra melalui Nov’art Laboratory untuk membuat sebuah pertunjukan di Banjarbaru. Nopi pun merancang sebuah pertunjukan yang berplatform dari sastra gurindam karya IberamsyahBarbari.

“Konsepkekaryaanpada Soundscape of Gurindambertitikberatpada kata respon,” ujar Nopi.

Baca Juga :   Juriat Barikin dari Sanggar Ading Bastari Meriahkan Malam Seni Budaya Banua

Seniman-seniman yang terlibat pun merespon teks-teks gurindam Iberamsyah Barbari dengan media seni mereka masing-masing. Menurut Nopi, gurindam karya Iberamsyah Barbari merupakan gurindam yang lahir dari proses merespon berbagai kejadian yang dialami, dilihat, didengar, dan dirasakan. “Gurindam-gurindam Iberamsyah menjadi sangat kontekstual dengan berbagai hal sekarang ini,” ucapnya.

Alhasil, reaksi-reaksi karya seni yang diolah dari teks gurindam itu pun melahirkan pembacaan-pembacaan baru para seniman terhadap tubuh baru gurindam yang tidak nampak sebagai teks, namun lahir sebagai esensi simbolik para seniman.

Seniman yang terlibat pada proses diantaranya adalah  Iberamsyah Barbari, Mukhlis Maman (JulakLarau), Abib Igal Habibi, Dwitiya Amanda Puteri, OBO Orchestra Banjarbaru, Jam’I, Muhammad Ramadhani Al Banjari,  SMAN 2 Banjarbaru, Mika August, Fitri and Friends, Sandi Firly, HE Benyamine, Ardiansyah, RofinAkustik, Aluh Miia, Mulyadi Razak, Aluh Kariting Henny,Lupi Anderiani, Muda Doel Sagala, dan lain-lain.

Baca Juga :   'KALA' Terbunuh Waktu, Terjebak Masa Lalu

M Ali Nafiah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.