Minyak Goreng “Alif” Segera Diluncurkan, PT SDO Pulau Laut Refinery Yakin Produknya Bisa Bersaing di Pasar Lokal

2169
Head PT Sime Darby Oils Pulau Laut Refinery, Mohd Hamdi Abdul Karim

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sejak 3 Maret 2019 lalu salah satu anak perusahaan Minamas, PT Golden Hope Nusantara berganti nama menjadi PT. Sime Darby Oils (SDO) Pulau Laut Refinery.

Perusahan yang bergerak di bidang minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) ini membangun kilang terbesar di Pulau Laut, Kota baru, Kalsel dengam luas lahan lahan 32 hektar (Ha).

Head PT Sime Darby Oils Pulau Laut Refinery, Mohd Hamdi Abdul Karim mengemukakan, PT SDO Pulau Laut Refinery memiliki kapasitas kapasitas produksi 2.500 ton CPO per hari, atau 750.000 ton per tahun.

“Supaya kami membawa idintiti yang baru dengan visi misi yang baru. Karena kami melihat potensi yang sangat besar di sini,” ucapnya usai buka puasa bersama di Pondok Tepi Sawah, Rabu (22/5/2019).

Perusahaan yang berdiri sejak 2013 dan sudah berganti nama ini merupakan satu-satunya di Indonesia. Alasan memilih Kalsel sebagai tempat berdirinya perusahaan, Hamdi mengungkapkan karena memang di Kalsel, khusunya Pulau Laut banyak memiliki kebun sawit. “Makanya kami pilih di sini,” jelasnya.

Dia kembali menjelaskan, sekitar 407.000 ton per hari CPO Minamas atau 57 persen dari total produksi CPO, diolah kembali oleh PT SDO Pulau Laut Refinery menjadi bahan olahan produk lain seperti Refined Bleached Deodorized (RBD) Palm Oil, RBD-OLien, RBD-STearin, Palm Fatty Acid Distillate (PFAD).

“Sampai saat ini Prodak memang banyak di ekspor,” paparnya.

Nah, kedepan PT SDO Pulau Laut Refinery juga akan mengemas minyak goreng merk ”Alif”. Minyak goreng ini tidak hanya di ekspor keluar, akan tetapi juga bakal di jual di pasar lokal.

“Diharapkan ini menjadi salah satu minyak goreng alternatif bagi masyarakat. Dan kami menjamin insyaAllah harga juga bisa bersaing di pasaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Regional CEO Minamas Plantation, Tri Haryono menimpali, Ada 7 anak perusahan, di bawah Minamas salah satunya PT SDO Pulau Laut Refinery. Pihaknya senantiasa melakukan asesmen sebagai konsistensi dalam mengimplementasikan pengawasan di setiap perusahan.

“Setiap enam bulan dilakukan asesmen ini. Sebab Minamans bukan hanya mencari keuntungan semata, akan tetapi juga peduli dengan lingkungan. Karena kami sadar bergerak di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni terus membantu perkembangan masyarakat sekitar perusahaan. “Sehingga kami punya satu tanggung jawab ini. Contohnya, 2018 lalu ada 225 anak yang berhasil mendapat pendidikan dan  saat ini mereka sukse bekerja di Minamas,” ucapnya.

Kemudian untuk kepedulian dengan lingkungan sendiri, Minamas Juga melakukan praktek perkebunan yang ramah lingkungan dengan menerapkan Kebijakan “Zero Burning”.

Melalui komitmen tersebut, perusahaan melakukan upaya-upaya untuk menanggulangi kebakaran melalui pembangunan 72 menara api yang tersebar di beberapa lokasi diseluruh unit usaha (Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi) dengan rata-rata ketinggian menara api mencapai 15 meter serta memasang ”Fire Index”.

Reporter: M Syahbani

Baca Juga :   LPTQ Kalsel Seleksi Fahmil Quran

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here