Ming. Agu 9th, 2020

Misi Kunjungan Panglima TNI dan Kapolri Kuatkan Masyarakat dalam Pelaksanaan Protokol Kesehatan dan Perang Melawan Covid-19

4 min read

KabarKalimantan, Banjarbaru – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang kehadirannya diwakili oleh Irwasum Polri, Komisaris Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor menjelaskan, kemampuan kapasitas PCR di Kalsel sebelumnya sangat terbatas. Jumlah spesimen yang masuk melebihi kapasitas per hari, sehingga terjadi penumpukan spesimen yang menyebabkan pasien harus menunggu hasil tes swab lebih dari 14 hari.

Namun, saat ini penumpukan spesimen sudah mulai terurai dan kemampuan pemeriksaan spesimen menjadi 1.218 per hari.

“Ini semua berkat kerjasama dengan beberapa rumah sakit dan laboratorium kesehatan yang ada di daerah, serta bantuan alat PCR dari pemerintah pusat,” kata Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini.

Selain itu, Pemprov Kalsel juga telah mengirimkan 2.846 spesimen ke Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat dan baru-baru ini telah melakukan kerjasama pengembangan alat PCR antara Pemprov Kalsel, Polda Kalsel, dan PT Pamapersada Nusantara, sebagai upaya bersama agar angka positif Covid-19 di Kalimantan Selatan dapat melandai.

“Dengan adanya upaya-upaya untuk mengurai penumpukan jumlah spesimen yang ada, tentunya Pemprov Kalsel pun mengharapkan dukungan logistik terkait dengan reagen pcr, vtm, cart-ridge untuk tcm, dan alat pelindung diri (apd),” ucapnya.

Selain itu, tambahnya, Pemprov Kalsel juga masih kekurangan sumber daya manusia atau tenaga kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19.

“Walaupun kita masih terus berjuang menghadapi pandemi ini, tapi kita masih bersyukur, karena saat ini case fatality rate atau tingkat fatalitas angka kematian terus menurun, yang mana sebagian besar penyebab kematian adalah karena adanya penyakit penyerta. Angka kesembuhan dari pasien Covid-19 di Kalsel terus meningkat, sedangkan semoga apa yang kita usahakan bersama selama ini akan terus memberikan kabar baik untuk kita semua,” kata Paman Birin.

Dalam menangani pasien Covid-19 terdapat 7 rumah sakit pelayanan rujukan dengan total tempat tidur sebanyak 501 tempat tidur, direncanakan pengembangannya sampai 1.113 tempat tidur.

Selain itu, Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan tempat karantina khusus, dengan total tempat tidur sebanyak 1.612 tempat tidur. Selanjutnya ke depan, pelayanan karantina atau isolasi mandiri di Kabupaten/Kota, kita dorong untuk lebih baik lagi. Langkah-langkah strategis yang sudah dan akan terus dilakukan dalam menangani Covid-19 di Kalimantan Selatan, yaitu diantaranya :

• melakukan tracing, tracking, dan testing secara masif.

• melaksanakan program komunikasi, informasi, dan edukasi secara komprehensif.

• menyalurkan jaring pengaman sosial dan stimulus ekonomi masyarakat.

• meningkatkan rumah sakit rujukan dan tempat karantina khusus.

• pemberdayaan masyarakat melalui kampung tangguh banua

• serta, penerapan peraturan gubernur tentang panduan tatanan masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 di Kalimantan Selatan.

“Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Covid-19 adalah tantangan untuk kita semua. Sosialiasi, edukasi, dan komunikasi terus digerakkan hingga ke desa-desa, bahkan ke tingkat RT,” katanya.

Sahbirin Noor juga menyampaikan terimakasih kepada TNI dan Polri, yang sudah sangat banyak membantu kegiatan sosialisasi ini, dari jajaran tertinggi hingga kepada para anggota Babinsa dan Babinkamtibnas. Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, telah dibangun 189 Kampung Tangguh Banua di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

“Kita harapkan dengan adanya Kampung Tangguh Banua ini dapat meningkatkan disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19. Dengan berbagai upaya dan sinergitas pemerintah, TNI, dan Polri, kita harapkan bisa segera keluar dari zona merah, dan kemudian bisa hidup dengan cara beradaptasi dengan kebiasaan baru,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini pula, Paman Birin melaporkan bahwa dalam menghadapi Karhutla tahun ini Kalsel memiliki kekuatan personil gabungan sebanyak 2.784 orang. Sosialisasi pencegahan karhutla terus dilakukan, baik itu dari media sosial, media elektronik, media luar bahkan hingga pembekalan masyarakat di desa-desa. Masalah Kebakaran hutan ini dirasakan cukup mengganggu terutama di area  seperti bandara yang biasanya terdapat kabut asap yang cukup tebal.

“Inilah yang kemudian menjadi prioritas wilayah penanganan karhutla disamping area rawan terbakar lainnya,”kata Paman Birin.

Ia juga menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan menjadi daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak tahun 2020. “Kita akan menyelenggarakan pemilihan gubernur, serta pemilihan Bupati di lima Kabupaten dan pemilihan Walikota di dua Kota. Pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini, tentu saja memerlukan persiapan yang lebih matang, dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Untuk mendukung ini, pemerintah provinsi kalimantan selatan telah menghibahkan alat pelindung diri kepada KPU dan Bawaslu,” jelas Sahbirin Noor dihadapan Panglima TNI dan Irwasum Polri.

Dari sisi pendanaan, dana untuk penyelenggaraan pilkada sudah siap dan telah diserahkan kepada penyelenggara Pilkada, baik KPU maupun Bawaslu Provinsi Kalsel. Dalam pelaksanaannya, tentu saja agenda Pilkada ini memerlukan dukungan penuh dari TNI dan Polri, khususnya terkait dengan ketertiban dan keamanan. Sekalipun di tengah pandemi Covid-19, Pilkada di Kalsel harus disukseskan bersama.

Sementara itu baik Panglima TNI dan Irwasum Polri akan membantu mengoptimalkan kampung tangguh untuk melakukan himbauan kepada masyarakat dan sebagai bentuk komitmen hadirnya negara di tengah masyarakat. Dalam arahannya Panglima TNI menyebutkan saat ini terdapat 8 wilayah yang menjadi perhatian pemerintah pusat, dan di 8 wilayah tersebut akan dilakukan kajian terkait langkah-langkah untuk menekan penyebaran Covid-19 dan bantuan apa yang diperlukan sebagai upaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Diharapkan akan terjadi penurunan angka kasus positif sehingga wilayah-wilayah tersebut dapat pulih seperti sedia kala. Menurut beliau, diperlukan upaya bersama dan agar Gugus Tugas daerah dapat melakukan inetrvensi-intervensi berbasis lokasi, melakukan berbagai inovasi guna menekan laju penyebaran Covid-19. Pembentukan kampung tangguh dan terbangunnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif harus kita apresiasi. Masyarakat harus diajak bekerjasama agar disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Saya bangga melihat masyarakat Kalsel yang saya temui disepanjang perjalanan tadi patuh pada protocol kesehatan dnegan tetap memakai masker, ini merupakan kerja yang sangat baik oleh Pemprov Kalsel, selain dari pada terus melakukan upaya 3T yang merupakan arahan dari Bapak Presiden” jelas Panglima TNI dalam arahannya.

Panglima TNI juga sepakat dengan Gubernur Kalimantan Selatan untuk terus mengingatkan pentingnya merangkul semua komponen masyarakat, “Bergerak menggelorakan partisipasi rakyat sebesar-besarnya,” pungkasnya.

Reporter: Syahri Ramadhan
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.