Kam. Mar 4th, 2021

Mulai Januari 2021, Pemkab Balangan Izinkan Sekolah Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

2 min read

KabarKalimantan, Paringin – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pendidikan melaksanakan rapat koordinasi teknis persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) semester genap TA 2020/2021, di Aula Benteng Tundakan, Selasa (29/12/2020).

Bupati Balangan H Ansharuddin mengatakan, pembukaan sekolah awal Januari mendatang harus diatur segala sesuatunya dengan matang, dengan memfokuskan pada penerapan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan sekolah.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri, maka sekolah diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan catatan harus mendapat persetujuan dari satuan tugas Covid-19.

“Alhamdulillah kita sepakat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka ini dengan melakukan uji coba sekolah per kecamatan,” ungkapnya.

Sebelum memberikan izin, Ansharuddin mengingatkan agar pemerintah daerah wajib memverifikasi usulan satuan pendidikan terkait kesiapan daftar periksa pemenuhan sarana prasarana protokol kesehatan seperti sanitasi yang layak, sarana cuci tangan, tersedianya masker, disinfektan, hand sanitizer, dan alat pengecek suhu tubuh, serta mendata satuan didik yang mengidap penyakit penyerta.

“Untuk sekolah yang menjadi sampel tersebut harus sesuai dengan prokes yang sudah ditetapkan, dan sebelum memberikan pelajaran nantinya para guru juga akan diswab terlebih dulu,” kata dia.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan Abdul Basyid mengatakan, pihaknya sudah memiliki konsep untuk PTM yang akan dilaksanakan nanti yang juga sejalan dengan apa yang sudah disampaikan beberapa pihak.

Basyid menambahkan untuk langkah-langkah usulan dimulai dari semua sekolah. Setelah usulan masuk maka akan diverifikasi dan validasi, serta dicek ke lapangan, kemudian akan dirapatkan sesuai dengan rekomendasi bahwa akan dilaksanakan secara bertahap.

“Jadi tahapannya setiap kecamatan ada satu SD, satu SMP, dan satu SMK. Di sana kita akan persiapkan simulasi dan sosialisasi sekaligus pendampingan. Setelah hasil rekomendasi dikeluarkan, maka dilanjutkan dengan simulasi atau uji coba untuk melihat bagaimana hasilnya sebagai cermin sejauh mana kesiapan untuk pelaksanaan yang sesungguhnya,” katanya.(advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.