Muslim Kalsel Kritisi Kekerasan Muslim di Uighur

1669

KabarKalimantan, Banjarmasin – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Muslim Kalimantan Selatan menggelar aksi solidaritas bebaskan Uighur berislam di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (28/12/2018).

Kabar tentang krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Uighur di Xinjiang, China rupanya memantik empati dari warga Kalimantan Selatan.

Koordinator lapangan aksi Haris Maulidinnor mengatakan, kekerasan yang terjadi atas Muslim Uighur (Turkistan) di Provinsi Xinjiang (Turkistan Timur), China itu sudah terjadi selama puluhan tahun.

“Kejadian itu terus berulang, dan terencana bahkan semakin keji penindasan yang dilakukan terhadap Muslim Uighur (Turkistan). Sehingga ini menjadi perhatian serius dunia,” kata Haris, saat dijumpai usai menggelar aksi.

Menurutnya, berdasarkan laporan dari media massa internasional dan pengakuan dari beberapa warga Uighur yang mengungsi atau melarikan diri, dikarenakan mereka mendapat beberapa tindakan diskriminatif.

Tindakan diskriminatif tersebut seperti, pelarangan memberi nama bayi dengan nama-nama Islami, dengan ancaman tidak akan mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan.

Pelarangan orangtua Muslim menyelenggarakan kegiatan atau ritual agama untuk anak mereka, pelarangan anak-anak Muslim Uighur terlibat dalam kegiatan atau ritual agama, memerintahkan seluruh Muslim Uighur untuk menyerahkan sajadah, mushaf Alquran dan
barang-barang yang berkaitan dengan Islam, pelarangan laki-laki Muslim memanjangkan jenggot.

Baca Juga :   Warga Muslim Banua Demo, Anggota Dewan Kunker

Bahkan pemaksaan warga Muslim untuk memakan babi dan meminum alkohol di kamp konsentrasi, serta sampai pemaksaan warga Muslim untuk meninggalkan agamanya dan menyanyikan lagu-lagu Partai Komunis. “Oleh karena itu, atas nama Aliansi Masyarakat Kalsel, kami menyatakan sikap bersama atas penindasan muslim Uighur,” ucap Haris.

Adapun bunyi pernyataan sikap mereka ada 7 point, yakni, mengutuk kekerasan yang terjadi atas Muslim Uighur (Turkistan) oleh otoritas pemerintah, menyerukan kepada seluruh organisasi keislaman, LSM, para pemuda dan seluruh masyarakat dari berbagai elemen di Kalimantan Selatan khususnya dan seluruh Indonesia umumnya, agar terlibat aktif untuk membantu memperjuangkan keadilan dan kedamaian bagi Muslim Uyghur (Turkistan) di Propinsi Xinjiang, China, menyerukan kepada Pemerintah Republik Indonesia agar terlibat aktif dan berikan perhatian yang serius bagi masyarakat Muslim Uighur (Turkistan), sesuai dengan amanat UUD 1945, menyerukan pemerintah Indonesia untuk terlibat secara nyata dalam upaya memperjuangkan nasib Muslim Uighur atas penindasan dan penjajahan yang dilakukan Pemerintah Cina, dengan membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional.

Baca Juga :   Warga Muslim Banua Demo, Anggota Dewan Kunker

“Sebab kasus kejahatan kemanusiaan terhadap Muslim di Uighur ini telah terpenuhi syarat materilnya yang ditetapkan dalam Statuta Roma khusus nya yang ada di Pasal 7 berkenaan dengan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ucapnya.

Selain itu, mereka juga meminta kepada pemerintah Cina agar segera menghentikan kekerasan dalam bentuk apapun atas Muslim Uighur atas alasan apapun, karena bertentangan dengan Hak Asasi Manusia, menyerukan kepada seluruh Negara-negara Islam atau yang tergabung dalam OKl, agar segera melakukan langkah-łangkah strategis dan sikap yang tegas untuk membantu menyelesaikan kezaliman telah bertahun-tahun menimpa Muslim Uighur, serta mengajak kepada seluruh umat Islam untuk memberikan tekanan ekonomi kepada China dengan memboikot produk-produk China.

“Demikian pernyataan sikap, bersama ini kami sampaikan dengan penuh kesadaran dan
tanggung jawab sebagai warga negara dan warga dunia yang menghormati hak asasi manusia,” tutur Haris.

Baca Juga :   Warga Muslim Banua Demo, Anggota Dewan Kunker

Haris menambahkan, dengan adanya aksi ini menjadi bukti bahwa muslim di Kalsel tidak diam saja atas penindasan umat muslim yang terjadi di Uighur. Ia meminta, agar pemerintah agar dapat menanggapi pernyataan sikap mereka.

“Jika pemerintah tidak menanggapi atas aksi solidaritas ini dan tidak menghentikan apa yang terjadi di Uighur, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi pada jumat yang akan datang,” pungkas Haris.

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Muslim Kalimantan Selatan ini memulai aksinya dengan melakukan longmarch dari depan Masjid Sabilal Muhtadin. Adapun, aksi ini diinisiasi oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Alumni 212.

Syahri Ramadhan/M Syahbani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here