Narkoba, Ancaman Nyata bagi Generasi Muda Banua

19

KabarKalimantan, Banjarmasin – Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI) pada 2014 lalu, angka penyalahgunaan narkoba dalam skala nasional menurun.

Tapi, kenyataan itu seakan berbanding terbalik dengan data penyalahgunaan narkoba di Kalsel yang meningkat, yakni menyandang peringkat ke-6 pada 2017 lalu.

Sebelumnya, pada 2014 prevalensinya hanya sebesar 1,77 persen. Namun, pada 2017 meningkat menjadi 2,97 persen., bahkan beberapa persen penggunanya merupakan generasi muda.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Kalsel H Ipansyah mengatakan, fenomena banyaknya pengguna narkoba di kalangan generasi muda di Kalsel pada 2017 lalu saat maraknya peredaran obat-obatan yang termasuk dalam daftar G, seperti Carnophen yang saat ini sudah masuk dalam narkotika golongan satu

“Memang, sekarang sudah sangat sulit ditemukan obat-obatan jenis itu. Tapi, saat ini masih banyak anak-anak yang menghirup lem dan menyalahgunakan pembalut wanita, serta jamur tahi sapi,” jelasnya kepada Redkal.com, Jumat (18/10/2019).

Baca Juga :   Buka Stand di Kalsel Expo 2019, BNNP Kalsel Ajak Pengunjung Jauhi Narkoba

Untuk itulah, Ipansyah berpesan, untuk membuat anak-anak tak terjerumus menjadi pengguna barang haram tersebut, diperlukan peran orangtua. “Pengawasan orangtua yang terpenting. Orangtua perlu mengetahui, dengan siapa anaknya bergaul. Dengan begitu, secara otomatis kita melakukan deteksi dini agar dapat mencegah mereka untuk berbuat hal negatif,” katanya.

Reporter: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here