Kam. Apr 2nd, 2020

Ngeri, Lagi-lagi Rebutan Lahan Jaga Malam, Nyawa Melayang

2 min read

BANJARMASIN, KK – Kasus serupa terjadi kembali. Pembunuhan hanya karena rebutan lahan jaga malam terjadi lagi di Banjarmasin, Kamis (20/4/2017).
Kali ini pembunuhan itu dilakukan di Jalan Sutoyo S, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah sekitar pukul 03.00 Wita.
Pelaku adalah Ponadi (44) warga Jalan Cempaka 4, Komplek TK Mawwaddah Banjarmasin Tengah yang dihadirkan di depan awak media, mengaku menghabisi nyawa korban karena emosi dengan sikap korban.
Ponadi, mengakui rebutan lahan jaga malam yang diketahui mendapat honor Rp200 ribu dari setiap ruko yang dijaga itu dulunya adalah tempatnya bekerja sebagai wakar.
Tempat yang sebelumnya adalah tempat parkiran, kemudian ditutup karena adanya pembangunan rumah toko (ruko). Setelah ruko selesai, ternyata Ponadi tidak lagi diminta untuk jaga di sana. Menyikapi hal itu Ponadi mendatangi korban, dan meminta untuk kerjasama. “Kita sama-sama jaga, hasilnya bagi dua,” ujarnya kepada korban.
Awalnya korban menolak, kemudian kedua kalinya pelaku mendatangi korban untuk meminta hal yang sama. Saat datang kedua kalinya itu, korban membicarakan tentang parkiran dan pelaku pun mengatakan bahwa itu bukan urusannya dan dia tidak akan mengganggu urusan pembagian parkiran di sana.
Entah apa yang membuat korban menatap sinis kepada pelaku. Melihat hal itu pelaku yang sudah membawa senjata tajam emosi dan menyerang korban. “Tiap kali jaga, selalu bawa sajam,” imbuhnya.
Melihat korban yang tidak berdaya, pelaku pun langsung meninggalkannya dalam keadaan tergeletak dan bersimbah darah. Dengan rasa sesal, pelaku bersembunyi di suatu tempat.
Sekitar tiga jam setelah kejadian, pihak Polsek Banjarmasin Tengah dibantu pihak Satreskrim Polresta Banjarmasin berhasil membekuk pelaku di persembunyiannya tanpa perlawanan.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana, didampingi Kaposek Banjarmasin Tengah Kompol Uskiansyah mengatakan bahwa pelaku dan korban terlibat permasalahan lahan jaga malam sehingga pelaku menghabisi korban. “Tindak aniaya itu membuat korban meninggal dunia,” paparnya, Kamis (19/4/2017).
Tepat di depan toko Ami Awad Parfum peristiwa itu terjadi, dan sekitar tiga jam setelah pihak kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku berhasil ditangkap di Jalan 9 Oktober Gang Hikmah Kecamatan Banjarmasin Selatan. “Sekitar pukul 06.00 Wita, pelaku sudah diamankan,” tutur orang nomor satu di Jajaran Polresta Banjarmasin itu.
Dari peristiwa tersebut, diketahui korban bernama Zafarudin (48), warga Jalan Skip Lama tepatnya belakang SDN Skip Lama Banjarmasin Tengah, dan telah dievakuasi ke kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin.
Korban mengalami empat luka tusuk/robek di bagian punggung, dua mata luka di bagian lengan kiri, satu luka di bagian bawah ketiak samping kiri, dan satu luka gores di lengan kanan.
Anjar juga menambahkan, motif pembunuhan itu terjadi karena perebutan lahan jaga malam. “Adapun motif pelaku adalah rebutan lahan jaga malam,” ucapnya.
Sementara pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, dan diamankan di Mapolsek Banjarmasin Tengah guna proses lebih lanjut perkara Pasal 338 KUHP. raf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.