Kam. Apr 9th, 2020

Noormiliyani Dukung Pencanangan Sensus Penduduk Online

2 min read

????????????????????????????????????

KabarKalimantan, Marabahan – Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani AS mendukung penuh pencanangan Sensus Penduduk Online (SPO) 2020 yang dilaksanakan di Aula Selidah, Kantor Bupati Batola, Senin (17/2/2020).

Pencanangan SPO 2020 ini ditandai dengan penyentuhan layar monitor online dari Noormiliyanu didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batola Akhmad Rusihannoor di hadapan para anggota forkopimda/mewakili, SKPD terkait, para camat dan undangan.

Pada pencanangan ini, bupati melakukan pengisian perdana SPO diikuti para anggota forkopimda, para pejabat, camat, dan undangan. Namun, sebelum prosesi pencanangan dilakukan, para hadirin diberikan penayangan video pencanangan SPO dari Presiden Joko Widodo.

Dalam sambutannya, Bupati Hj Noormiliyani menyatakan sangat mendukung SPO 2020 yang dilaksanakan BPS. Terlebih, menurutnya, pelaksanaannya dengan metode kombinasi menggunakan data Disdukcapil sebagai data dasar untuk menghasilkan satu data kependudukan.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu menceritakan ikhwal yang melatarbelakangi dukungannya terhadap sensus yang menghasilkan satu data. Menurutnya, ketika awal menjabat ia bersama Wabup Rahmadian Noor mencoba mengusulkan bantuan/tunjangan guru daerah terpencil/terluar seperti dari Kecamatan Kuripan, Tabunganen dan lainnya.

Namun oleh Kementerian Pendidikan (Kemendik) ditolak, padahal saat bupati dijabat H Hasanuddin Murad guru-guru di daerah itu mendapatkan bantuan.

Ia menjelaskan, pihak Kemendik menolak dengan pertimbangan data yang diajukan tidak sesuai. Pihak Kemendik memberikan bantuan dengan pertimbangan daerah tertinggal yang datanya mengacu kepada Kementerian PDT.

“Untuk kategori daerah tertinggal yang mendapatkan bantuan pada waktu itu Kecamatan Alalak yang justru berada di daerah yang bisa diakses jalan darat dan dekat dengan ibukota kabupaten, provinsi, bahkan pusat,” papar Noormiliyani.

Dampak tidak adanya satu data, tutur bupati perempuan pertama di Kalsel itu, berdampak pula terhadap permasalahan lainnya, termasuk saat menentukan bantuan sosial. Padahal ia berkeinginan bansos tersebut dapat diberikan tepat sasaran.

Terkait pentingnya data, lanjutnya, dalam perencanaan pembangunan Batola ke depan pihaknya bersama Bappelitbang telah membuat blueprint (cetak biru).

Dibuatnya perencanaan pembangunan dengan jangka panjang (RPJMP) hingga 25 tahun mendatang itu, terang Noormiliyani, diharapkan agar konsep pembangunan tidak mudah berubah-ubah oleh pemimpin yang akan datang.

Karena, katanya, dengan membangun terencana tentu hasilnya berbeda, apalagi dengan satu data akan semakin memudahkan arah dalam membangun. “Kita tidak ingin seperti beberapa kabupaten/kota yang sangat sulit untuk menentukan arah pembangunan lantaran tidak punya perencanaan dan data yang mantap,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Batola Akhmad Rusihannoor mengatakan, SP2020 ini dengan mengusung tema “Mencatat Indonesia Menuju Satu Data Kependudukan untuk Indonesia Maju.”

Dilaksanakan SP2020 ini, sebut dia, memperhatikan mobilitas penduduk yang tinggi, ketersediaan data registrasi dan kemajuan teknologi. Sedangkan dalam pelaksanaan, SP2020 terdapat dua perubahan mendasar, yakni dengan metode kombinasi menggunakan data Disdukcapil sebagai data dasar untuk menghasilkan satu data kependudukan.

Selain itu, pengumpulan data dilakukan dengan dua moda dimana Sensus Penduduk Online dimulai 15 Februari – 31 Maret 2020 dengan cara mengakses web sensus.bps.go.id.

Bagi masyarakat yang belum mengikuti SP Online akan didatangi petugas sensus untuk melakukan wawancara kuesioner pada Juli 2020. “Semangat perubahan ini dilakukan berdasarkan arahan presiden bahwa kita semua harus berkolaborasi, meninggalkan ego sektoral, dan terus menerus menerapkan inovasi,” katanya.

Reporter: Mahmud Shalihin
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.