Menu

Mode Gelap

Barito Kuala · 31 Mar 2021 18:55 WIB ·

Noormiliyani Prioritaskan 5 Kebijakan di Tahun Terakhir Kepemimpinan


 Noormiliyani Prioritaskan 5 Kebijakan di Tahun Terakhir Kepemimpinan Perbesar

KabarKalimantan, Marabahan – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Barito Kuala tahun 2022 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mengingat situasi pandemi Covid-19 serta dalam tahapan PPKM Mikro, maka pelaksanaan kali ini dilakukan secara zoom meeting melalui channel youtube, Rabu (31/3/2021).

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS membuka kegiatan di ruang kerjanya sementara Wakil Bupati H Rahmadian Noor, Ketua DPRD Saleh, para anggota forkopimda, Pj Sekda H Abdul Manaf, perwakilan organisasi, dan tokoh masyarakat mengikuti kegiatan di Command Center Diskominfo Batola. Sementara pimpinan SKPD, para camat se-Batola termasuk Kepala Bappeda Provinsi Kalsel hanya mengikuti kegiatan di ruang kerja masing-masing.

Prosesi pembukaan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan laporan panitia, sambutan Kepala Bappeda Provinsi Kalsel melalui Sekretarisnya Rahmiyati JP, Sambutan Ketua DPRD Batola Saleh, hingga sambutan Bupati Batola Hj Noormiliyani AS sekaligus membuka kegiatan.

Acara Musrenbang kali ini juga berisi penyampaian rancangan RKPD dari Kepala Bappelitbang Batola H Zulkifli Yadi Noor, diskusi peserta, serta penandatanganan berita acara kesepakatan dari Bupati Hj Noormiliyani AS, Ketua DPRD Saleh, dan Pj Sekda H Abdul Manaf.

Baca Juga :   Posko Induk Bencana Banjir Batola Siap Distribusikan Keperluan Pengungsi

Dalam sambutannya, Bupati Hj Noormiliyani menyatakan, rancangan RKPD Tahun 2022 yang disusun saat ini merupakan perencanaan pembangunan di tahun kelima atau tahun terakhir periode pembangunan jangan menengah daerah dalam masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati H Rahmadian Noor.

“Berbagai kebijakan, strategi, program dan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan harus benar-benar diformulasikan secara cermat, mengingat tahun 2022 merupakan tahun penyempurnaan yang diharapkan dapat memberikan manfaatnya bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Di kesempatan Musrenbang ini, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu selain juga menyinggung RPJMD 2017-2022 sesuai Perda Batola Nomor 2 Tahun 2018, Visi Batola Setara dan RKPD Tahun 2022, pandemi Covid-19, hingga upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Terkait itu, RKPD yang disusun menawarkan 5 prioritas pembangunan yang selaras dan sinkron dengan prioritas pembangunan nasional dan Provinsi Kalsel, seperti peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur sarana dan prasarana publik yang mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Baca Juga :   72 PPPK Batola Akhirnya Dilantik dan Terima SK

Selanjutnya, sinergitas pelayanan publik bagi terciptanya pemantapan dan pemerataan akses pelayanan juga menjadi prioritas di samping peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, juga diprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya alam dan lingkungan serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat melalui upaya intensifikasi dan diversifikasi usaha guna tercapainya produktivitas dan hilirisasi produk pertanian secara luas.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Kalsel Fajar Desira melalui Sekretarisnya Rahmiyati JP mengutarakan, Musrenbang diharapkan semua pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi dan saling mendukung untuk menghasilkan kegiatan pembangunan yang mampu mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat serta pencapaian target-target daerah.

“Sebagaimana diketahui bersama, pandemi masih melanda dan pasien terkonfirmasi juga masih belum menunjukan tanda-tanda berakhir. Masalah lain yang terjadi di tahun ini, Kalsel juga mengalami bencana banjir di 11 kabupaten dan kota dengan total korban terdampak kurang lebih 620 ribu jiwa,” ujarnya.

Baca Juga :   Vaksinasi Petugas Pelayanan Publik Berlanjut

Dengan kondisi ini, Kepala Bappeda Provinsi mengharapkan, perencanaan daerah ke depan supaya lebih baik dalam melaksanakan investigasi bencana dan pengelolaan lingkungan hidup meskipun secara umum kesejahteraan masyarakat semakin membaik sesuai data IPM yang terus mengalami peningkatan namun akibat pandemi pertumbuhannya kontraksi hingga minus 1,81 tapi masih lebih baik dari pada pertumbuhan ekonomi nasional yang minus 2 lebih.

Fajar menambahkan, pandemi juga memicu jumlah pengangguran dan jumlah orang miskin di Provinsi Kalsel pada tahun 2020 bertambah 4,83 persen. Namun demikian, ia masih optimis di tahun 2020 kinerja makro pembangunan daerah akan membaik. Karenanya, ia sangat mengapresiasi daerah-daerah yang melakukan inovasi-inovasi sehingga percepatan pembangunan daerah dapat dilakukan.

Reporter: Mahmud Shalihin
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Anak Ditilang Polisi, Raihan Curhat di Facebook

3 Desember 2021 - 21:25 WIB

Hapus Unggahan Soal Tilang, Raihan Minta Maaf kepada Satlantas Polres Batola

3 Desember 2021 - 20:53 WIB

KORMI Batola Gelar Rapat internal

2 Desember 2021 - 13:03 WIB

Petani Ikan Jala Apung, Kolam dan Tambak Diminta Siaga Banjir

2 Desember 2021 - 11:00 WIB

Musrenbang RPJMD Provinsi Kalsel, Pengusaha Diharapkan ikut Berkontribusi dalam Pembangunan

2 Desember 2021 - 10:59 WIB

DPRD Setujui APBD 2022 Batola Rp1,275 Triliun

1 Desember 2021 - 09:09 WIB

Trending di Barito Kuala