Sen. Jul 6th, 2020

NSA Forum Bakal Bicarakan Kesenian Gandut

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Di ambang kepunahan, kesenian gandut menjadi topik bahasan NSA Forum. Rencananya, agenda rutin NSA Project Movement ini berlangsung pada Sabtu (17/3) malam di Rampa Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin.

Sudah banyak kesenian tradisional masyarakat Banjar hilang tanpa ada kabar beritanya. Sejumlah kesenian tenggelam karena persoalan stigma. Salah satunya ialah kesenian gandut.

Founder NSA Project Movement Noviyandi Saputera mengatakan, kesenian yang tercipta dari kecerdasan intelektual masyarakat masa silam memiliki pesan-pesan adiluhung yang harus disampaikan dari masa ke masa. “Kesan adiluhung itu yang seharusnya lebih diutamakan dari sekedar stigma-stigma negatif,” katanya.

Menurut Noviyandi, kesenian gandut seakan-akan perlahan divakumkan. Meskipun dalam beberapa kesempatan nafas sengal gandut masih terasa untuk mencoba bangun dari mati suri.

“Kesenian gandut tenggelam dalam kesan negatifnya,” ujar Noviyandi.

Baca Juga :   Libur Ramadhan, Pelajar di Kalsel Diharapkan Tingkatkan Iman dan Taqwa

Etnomusikolog muda Kalsel ini menjelaskan, dalam kegiatan bulanan NSA Project Movement yang bertajuk NSA Forum ini para pemangku kebudayaan, praktisi kesenian, dan akademisi seni diberikan ruang untuk bahu-membahu menggali kembali kesenian-kesenian yang mulai terlupakan itu.

“Salah satu kesenian yang menjadi harta budaya urang Banjar Pahuluan ini mulai dilupakan dan tidak dianggap. Padahal Gandut bisa dipertahankan menjadi sesuatu bagian dari local wisdom urang Banjar,” ucap pengajar kesenian di Universitas Lambung Mangkurat tersebut.

Sebagai pemantik diskusi, sejumlah tokoh sudah disiapkan Noviyandi Saputera dan kawan-kawan. Diantaranya adalah Abdul Rasyid (budayawan, praktisi seni tradisional), Mukhlis Maman (pamong Budaya Taman Budaya Kalsel), dan Paduko Sisva (Balai pelestarian nilai dan warisan budaya regional Kalimantan). Founder Banjar Bakula Enterprise Zacky Bahalap didaulat sebagai moderator.

M ALI NAFIAH NOOR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.