Sel. Mar 31st, 2020

Oknum Kepsek Diduga Gelapkan Dana Insentif Guru PAUD

2 min read

Ilustrasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

KabarKalimantan, Pelaihari – Kasak-kusuk oknum Kepala Sekolah Taman Kanak Kanak Alqur’an di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, yang menyelengkan dana insentif guru PAUD santer berhemus. Oknum kepsek itu bernama M Padli yang diduga melakukan tindakan culas.

Dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh oknum Kepsek yang kini menjadi Kepala Desa (Kades) terpilih terkuak setelah seorang bekas guru di TK Alqur’an Attauba berinisial TA mengkroscek ke Kecamatan Tambang Ulang dan Bagian Kesra Kabupaten Tanah Laut.

TA membisikkan bahwa kasus dugaan penyelewengan dana insentif guru honor ini ia temukan tanpa sengaja ketika sedang mengecek ke Kecamatan Tambang Ulang ihwal dana insentif dirinya yang mengajar di PAUD.

Saat itu, TA melihat namanya terdaftar sebagai penerima dana insentif. Padahal, ia sudah tidak aktif sebagai pengajar honorer di lembaga tersebut.

Baca Juga :   Perpustakaan Keliling Menyambangi Jorong

“Saya merasa heran, karena saya sudah keluar mengajar dari TK Attauba itu tahun 2012, dan daftar penerima dana insentif itu pada tahun 2016,” ucap TA kepada KabarKalimantan, Minggu (26/11/2017).

Karena penasaran, TA kemudian menanyakan kepada pihak kecamatan setempat dan meminta dana penerima dana insentif tahun sebelumnya. Namun, TA disuruh meminta langsung ke Kesra Kabupaten Tanah Laut.

“Saya menduga kalau selama ini dana insentif itu cair namun disalahgunakan, karena yang bersangkutan pada Oktober 2017 tadi pernah datang ke rumah dan meminta nomor rekening saya serta kartu keluarga dan kartu NPWP yang menyatakan untuk perlengakap mengajukan dana insentif,” ungkapnya.

TA tidak menyoal uangnya, namun dia keberatan identitas dan tanda tangannya yang dipalsukan. Ia cemas kalau dibiarkan kasus ini terus berlanjut. “Sebab setahu saya untuk mendapatkan dana insentif itu setiap tahun persyaratan penerima harus dilengkapi diantaranya menyerahkan photo copy ijazah.

Baca Juga :   Menyingkap Eksotisme Goa Marmer di Tanah Laut

“Dan kalau prosedurnya demikian berarti berkas saya yang ada di TK Attauba dulu telah diperbanyak untuk mendapatkan dana insentif tersebut. Dan itu saya tidak terima serta sangat keberatan,” lanjutnya.

TA berujar, permasalahan ini telah dilaporkan ke polisi setempat namun tidak ada tanggapan. Alhasil, dia bingung kemana lagi menyelesaikan permasalahan karena tidak ingin perbuatan yang dilakukan si oknum tersebut terus berlanjut.

M. SYAHBANDI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.