Ombudsman: Laporan Pungli di Sekolah Jadi Langganan

Ketua Ombudsman Kalsel, Noorhalis Majid. Istimewa

KabarKalimantan, Banjarmasin – Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan merilis laporan pungutan liar (Pungli) di sekolah kerap menjadi langganan setiap tahun. Sepanjang tahun 2017, Ombudsman Kalsel mencatat ada 12 laporan dugaan permintaan uang yang menjurus pungli di sekolah.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan Noorhalis Majid mengungkapkan, pemicunya adalah kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur off line. Dia menjelaskan, setelah PPDB on line dianggap tidak memenuhi quota, sekolah mengeluarkan kebijakan PPDB off line. Saat itulah negosiasi tarif PPDB terjadi.

“Berdasarkan laporan warga, kami bersama Tim Saber Pungli sempat sempat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Saber Pungli disatu sekolah di Banjarmasin,” ucapnya.

Ombudsman juga telah meminta Dinas Pendidikan mengeluarkan surat edaran agar sekolah yang terlanjur melakukan pungutan liar mengembalikan pungutan tersebut kepada orang tua murid.

Baca Juga :   Layanan Publik Banjarmasin Paling Banyak Masuk Ombudsman

Selain Pungli di sekolah, soal pertanahan tidak pernah absen diterima Ombudsman. Seperti halnya pelayanan Badan Pertanahan Nasional (BPN), terutama menyangkut layanan pendaftaran tanah dan pengukuran ulang, ataupun layanan pertanahan yang dilakukan Pemerintah Daerah, seperti konflik tanah akibat kebijakan Pemerintah Daerah, ataupun akibat keluarnya perijinan perkebunan sawit yang ganti rugi tanahnya tidak tuntas.

Selanjutnya, atas dua laporan yang berulang tersebut, Ombudsman melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait. Baik Dinas Pendidikan, Inspektorat, Kepala Sekolah, Organisasi Guru, Organisasi Sekolah Swasta, Perwakilan Komite Sekolah untuk persoalan Pungli di sekolah, maupun BPN Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kanwil BPN.

Diharapkan tahun 2018 ada perbaikan atas dua persoalan tersebut sehingga benar-benar menjadi perhatian bersama. “Semoga dua persoalan ini bisa berkurang di tahun mendatang. Sukur-sukur tidak ada lagi,” katanya.

M SYAHBANI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here