Pajak Sarang Burung Walet 3,25 Persen, Wawali Minta Dievaluasi

1 min read
49

BANJARMASIN, KK- Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin untuk menaikkan penghasilan pajak dari sektor sarang burung walet 2017 ini tampaknya tidak berhasil.

Pasalnya, realisasi pajak sarang burung walet yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) di triwulan pertama hanya tercapai 3,25 persen, atau Rp42 juta dari total target 2017 sebesar Rp1,3 miliar.

Baca Juga :   Menang di Pileg 2019, M Yamin : Saya Siap Jadi Walikota Banjarmasin PeriodeĀ 2021-2026

Melihat hal itu, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah menyesalkan dengan rendahnya capaian realisasi pajak sarang burung walet di 2017 ini.

Mengingat 2016 lalu, Pemkot sudah berupaya keras agar pajak sarang burung walet bisa diangkat, dengan mengumpulkan para pengusaha untuk duduk bersama terkait mencari solusi yang terbaik.

“Kemarin kan sudah kita kumpulkan semua pengusaha. Tinggal pergerakan dari dinas yang terkait,” ucapnya di Balai Kota, Kamis (27/4/2017).

Baca Juga :   DPRD Kalsel Usulkan Revisi Perda Karhutla

Rendahnya realisasi pajak sarang burung walet juga bertentangan dengan informasi yang didapat politikus PDI -Perjuangan itu. Sebab, ia mendengar jika penghasilan para pengusaha sarang burung walet 2017 ini mengalami kenaikan yang signifikan.

“Seharusnya kan untuk PAD dari sarang burung walet juga meningkat. Kalau menurun ada apa?,” tukasnya.

Baca Juga :   Ini Respons Ibnu Sina Soal Kisruh Patung Ikan Kelabau

Ia selaku pimpinan berjanji akan mengevaluasi kebali Dinas terkait, untuk mempertanyakan mengapa pengahsilan di triwulan pertama menjadi sangat rendah.

“Inikan di Dinas Pertanian pimpinan baru. Kita berharap dapat membawa angin segar di sektor pajak sarang burung walet,” ucapnya. bur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *