Sen. Jul 6th, 2020

Paman Birin Dianugerahi Bekantan Award 2018

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mendapat penghargaan Bekantan Award 2018. Penganugerahan itu diberikan pada acara talkshow ‘Bekantan dari Banua untuk Dunia’ di Aula Rektorat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Selasa (3/4/2018).

Sahbirin Noor mengaku sangat bersyukur dianugerahi penghargaan Bekantan Award 2018 tersebut. Menurutnya, penghargaan itu merupakan sebuah penghargaan yang sangat luar biasa. Bahkan, ia menilai Bekantan Award 2018 merupakan sebuah penghargaan yang tidak dapat dinilai dengan materi apapun, karena selain sebagai maskot Provinsi Kalimantan Selatan, bekantan ini juga merupakan fauna yang bisa memberikan semangat warga Kalsel.

“Penghargaan ini tidak ternilai harganya jika dibandingkan dengan uang,”ucap gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.
Selain itu, ia mengharapkan semua orang harus berperan dan bergerak melakukan dan mengenalkan Bekantan kepada dunia luar. Ia memberi bandingan dengan Negara china yang memiliki fauna endemiknya yakni Panda yang terkenal di seluruh dunia.

Baca Juga :   Ini Tanggapan Gubernur Kalsel Tentang Fenomena Kayu Bajakah

“Mulai hari ini, Bekantan mungkin kita ciptakan menjadi yang kedua menjadi satu binatang yang dicintai dan dikenal seluruh dunia hingga sekelas dengan Panda yang terlebih dahulu dikenal dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Amalia Rizki mengatakan, Hari Bekantan Indonesia sudah dicanangkan sejak 28 Maret 2015 lalu. Nah, pada 2018 ini merupakan momen bersejarah bagi Yayasan SBI yang telah menganugerahkan Bekantan Award 2018 untuk pertama kalinya dan diberikan kepada Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.

Ia menuturkan, Bekantan Award untuk tokoh-tokoh yang berjasa dalam upaya perlindungan dan pelestarian Bekantan. Salah satunya Paman Birin. Karena menurutnya, dalam hal ini sosok Paman Birin banyak berjasa dalam upaya perlindungan dan pelestarian Bekantan di antaranya mengeluarkan kebijakan khusus yaitu SK pembentukan tim konservasi Bekantan dan Orang Utan Kalsel Nomor 188 Tahun 2017.

Baca Juga :   40 Ribu Porsi Makanan di Pesta Rakyat Ludes Diserbu Masyarakat

Selain itu, tambahnya, Paman Birin juga memberikan perhatian khusus dengan membentuk satgas dalam penanganan konflik satwa liar karena sebagaimana diketahui bahwa satwa liar khususnya Bekantan sekarang terancam punah, baik di kawasan konservasi maupun di luar kawasan konservasi.

“Beliau juga yang lebih intens dalam pencanangan gerakan revolusi hijau yang dalam hal ini meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan juga kelestarian satwa, khususnya satwa endemik Kalsel,” ungkapnya.
SYAHRI RAMADHAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.