Sab. Jan 23rd, 2021

Paman Birin Jadi Orang Pertama di Kalsel yang Divaksin  Covid-19

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor bersama Forkopimda menjalani vaksinasi Covid-19 perdana di Kalimantan Selatan, di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Kamis (14/1/2020).

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, dengan divaksin Covid-19 perdana di Kalsel membuktikan komitmen dalam melawan Covid-19.

“Pandemi Covid-19 ini sempat membuat banyak orang merasa cemas dan gelisah, semua kegiatan bahkan dihentikan sementara untuk menghindari penyebarannya,” katanya.

Ia menuturkan, semua instansi di bawah lingkup kerjanya melakukan koordinasi dengan instansi lain dan mengajak  bersinergi melawan Covid 19.

“Untunglah sudah datang vaksin yang dibuat untuk mengatasi masalah ini. Ini pembelajaran besar bagi seluruh umat manusia,” ucap Paman Birin.

Usai disuntik vaksin Covid-19, ia mengimbau agar masyarakat tak takut pada saat divaksin nantinya. “Vaksin Covid-19 tersebut telah terbukti aman untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari Covid-19 dan jangan takut divaksin. Kalau takut divaksin pasti akan lambat selesai,” kata Paman Birin.

Paman Birin juga mengungkapkan, selain kesabaran juga diperlukan pemikiran yang jernih dan positif, sehingga selain berdoa kepada Allah yang menciptakan penyakit dan menyembuhkan, juga disertai dengan usaha.

“Vaksin pasti sudah diteliti, tinggal meyakinkan kita bersama untuk bangkit dari keterpurukan. Kalau tidak bangkit kita akan terpuruk terus,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, H M Muslim dalam laporannya menyampaikan, vaksinasi salah satu upaya dalam mencegah suatu penyakit, termasuk Covid-19.

“Vaksin ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meyakinkan masyarakatt bahwa vaksin Covid 19 dari Sinovac,tersebut aman. Sehingga, warga tidak perlu takut,” katanya.

Ia menjelaskan, pada tahap pertama, vaksin Covid-19 telah dikirimkan untuk tiga daerah penyangga provinsi, seperti Kota Banjarmasin 13.480 dosis, Banjarbaru 3.920 dosis dan Banjar 6.800 vaksin.

“Ini sesuai petunjuk pemerintah pusat, vaksin tahap pertama diberikan kepada daerah penyangga provinsi. Setelah itu dikirim ke Kabupaten/Kota,” ucapnya.

Khusus Kalsel, tahap pertama sudah datang sebanyak 30.480 dosis vaksin dari total 54.000 dosis vaksin. Dari total vaksin yang datang tersebut, masing-masing tenaga kesehatan mendapat jatah dua kali vaksin.

“Jadi daerah lainnya di Kalsel akan mendapatkan kiriman vaksin Covid 19 Februari mendatang,” katanya.

Kendati demikian, dijelaskan Muslim nantinya secara bertahap vaksin akan terus datang untuk diberikan kepada masyarakat yang layak mendapatkannya.

“Semua warga negara yang telah mendapatkan vaksin Covid 19 pasti terdata dan terekam dalam sistem,” pungkasnya.

Untuk diketahui, proses vaksinasi Covid-19 terbagi 4 tahapan pertama, pendaftaran untuk verifikasi data. Kedua, proses pemeriksaan sederhana, seperti tekanan darah dan sedikit edukasi terkait vaksin Covid 19 Kemudian di tahap ketiga, proses penyuntikan vaksin Covid 19 dan keempat untuk diberikan edukasi agar menunggu 30 menit setelah proses penyuntikan untuk antisipasi dan monitoring ada atau tidaknya kejadian pascavaksin.

Adapun vaksin yang digunakan bermerk Sinovac sesuai yang dikirim oleh pemerintah pusat dan yang digunakan memvaksin Presiden Jokowi sehari sebelumnya.

Turut hadir  dari unsur MUI Kalsel, Pengurus Wilayah Muhamadiyah, Ikatan Dokter Indonesia, dan unsur pejabat terkait lainnya.

Reporter: Syahri Ramadhan

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.