Pasar Ramadhan di RTH Kamboja, 160 Stand Pedagang Disiapkan

2320

KabarKalimantan, Banjarmasin – 1 Ramadhan 1440 Hijriah diprediksi jatuh pada Senin 6 Mei mendatang. Artinya tinggal menghitung hari bulan suci bagi umat Muslim ini akan tiba.

Berbagai persiapan mulai dilakukan termasuk Pasar Ramadhan, atau yang dikenal masyarakat Banjarmasin dengan sebutan ‘Pasar Wadai’.

Nah, tahun ini Pasar Ramadhan tidak lagi digelar di Siring RE Martadinata depan balaikota seperti tahun sebelumnya. Akan tetapi dipindah ke lapangan terbuka Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja Jalan Anang Adenansi.

Berdasarkan pantauan di lapangan hingga sore tadi, Selasa (30/4/2019), stand pedagang sudah berdiri. Meja untuk menjajakan dagangan juga sudah terpasang. Terlihat beberapa pekerja sedang sibuk memasang aliran listrik di stand tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin, Ikhsan Alhak mengatakan, persiapan Pasar Ramadhan ini sudah jauh-jauh hari dilakukan. Dari penyusunan konsep hingga pemantauan lapangan.

Untuk stand dagangan yang disiapkan berjumlah 160. Mereka merupakan gabungan dari Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM), Wira Usaha Baru (WUB), dan beberapa pedagang lain yang tergabung dalam suatu paguyuban.

“Sekarang sudah tahap pemasangan stand oleh Even Organizer (EO) dan paguyuban, juga sponsor, ” ucapnya Ikhsa di balai kota.

Pemkot Banjarmasin memang tidak terlalu banyak terlibat. Pemerintah hanya sebagai penyedia fasilitas yang disediakan secara gratis. Serta bertugas sebagai pengawas.

“Kalau Pemkot hanya mendanai untuk acara pembukaan saja. Anggaranya sekitar Rp150 juta. Kalau 29 hari kedepannya itu semua dibiayai sponsor,” jelasnya.

Ikhsan mengungkapkan, alasan mengapa Pasar Ramadhan tidak lagi digelar di depan. Balaikota karena berbagai pertimbangan. Salah satunya terkait keluhan terganggunya keluar masuk pegawai.

Selain itu, lapangan Terbuka RTH Kamboja dinilai lebih representatif. Mengingat kemungkinan mengganggu arus lalu lintas sangat kecil karena posisinya yang tidak lagi digelar di badan jalan.

“Ini akan lebih luas dibanding depan balai kota. Juga tidak mengganggu jalan,” katanya.

Kemudian yang menarik, air mancur menari yang baru didirikan Pemkot bakal digelar setiap akhir pekan. Diharapkan kehadiran hiburan itu itu bisa dijadikan sarana wisata masyarakat yang berkunjung ke Pasar Ramadhan sembari menunggu waktu berbuka puasa.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup selaku leading sector untuk air mancur menari. Disamping adanya hiburan lain yang dilaksanakan setiap harinya disana,” bebernya.

Selain itu untuk parkir juga sudah disiapkan. Pemkot sudah berkoordinasi untuk menggunakan kantong parkir salah satu hotel di sekitar lokasi tersebut. “Parkirnya nanti memakai parkir Hotel Aria Barito,” ujarnya.

Menyinggung soal jumlah pedagang. Ikhsan mengatakan, jika 160 itu merupakan pedagang yang terdaftar sebagai penjual masakan apapun kue, dan jajanan lainnya. Jumlah tersebut belum termasuk Pedagang Kaki Lima (PKL).

Untuk PKL tentu ada aturan khusus yang nantinya dibuat. Dia menjelaskan, PKL sendiri terbagi dua. Ada yang legal dan ada yang ilegal. Tentunya bagi yang legal akan diberi tempat lagi.

“Tapi maaf, bagi PKL ilegal kami tidak bisa memberikan ruang. Mereka ini kalau tidak tertib bakal sering “kucing-kucingan” dengan petugas,” pungkasnya.

Reporter: M Syahbani

Baca Juga :   Kado Istimewa Didapat Akbid Bunga Kalimantan di Wisuda ke XI

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here