Pastikan Masyarakat Aktif Memilih, Partai Golkar Gencar Sosialisasi

1399

KabarKalimantan, Banjarmasin – Partai Golkar Kalsel terus memastikan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 mendatang.

Hal itu dilakukan Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Kalsel melalui kegiatan sosialisasi yang dibalut dengan silaturahmi dan tatap muka dengan warga. Kali ini masyarakat Banjarmasin yang jadi sasarannya. Lebih tepatnya masyarakat yang berada di daerah pemilihan (dapil) Banjarmasin Tengah.

Pertemuan sederhana itu berlangsung di Rumah Makan Soraya, Jalan Simpang Telawang Banjarmasin pada Sabtu (23/2/2019) malam. Masyarakat berhadapan langsung dengan para calon legislatif dari Partai Golkar.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Banjarmasin Hj Ananda, kegiatan itu terlaksana atas kerjasama Bappilu Partai Golkar Kalsel dengan Bappilu Partai Golkar Banjarmasin. Caleg yang dihadirkan tidak hanya di tingkatan Banjarmasin saja, tapi juga dari tingkat provinsi.

“Ini titik terakhir yang dilakukan Bappilu Partai Golkar Kalsel. Empat Dapil sebelumnya sudah,” katanya.

Baca Juga :   Tak Cukup Dalam Negeri, DPRD Kalsel Berencana Kunjungi Luar Negeri

Meski demikian, menurut Ananda hal serupa masih akan dilakukan Bappilu Partai Golkar Banjarmasin. Tujuannya mengenalkan para caleg dan menekankan pada masyarakat akan pentingnya menggunakan hak pilihnya.

Demikian pula yang diungkapkan Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel H Supian HK. Ia menambahkan, kegiatan itu sekaligus memastikan bahwa caleg yang diturunkan Partai Beringin turun langsung ke lapangan untuk bertemu masyarakat.

Dia juga menegaskan, Partai Golkar sebagai pendukung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 untuk membangun koordinasi yang baik dengan partai koalisi lainnya. Meski tetap bersaing dalam pemilihan legislatif, capres yang diusung tetap diutamakan.

“Caleg jangan saling sikut menyikut. Kita yang punya rencana tuhan menentukan,” ujarnya.

Para caleg dituntut juga memberikan sosialisasi soal tata cara pencoblosan pada Pemilu 2019. Menurut H Supian HK, itu sangat penting karena Pemilu 2019 dinilai sebagai penyelenggaan Pemilu paling rumit sepanjang sejarah. Itu disebabkan banyaknya surat suara yang harus dicoblos masyarakat.

Baca Juga :   Keterwakilan Perempuan di Atas 30 Persen, Partai Golkar Kalsel akan Daftarkan 55 Bacaleg

“Ini pemilu terumit. Lima yang dicoblos. Masyarakat banyak tidak memahami,” ucapnya.

Sementara itu, wakil ketua Bappilu Partai Golkar Banjarmasin H Chandra Bayu (HCB) mengungkapkan, pemilu 2019 harus menunjukkan peningkatan dalam penyelenggaraan demokrasi di Indonesia. Itu dapat dilihat dari bertambahnya angka partisipasi masyarakat dalam memilih.

“Yang manapun calegnya, masyarakat bebas memilih,” kata HCB.

M Ali Nafiah Noor dan Smara Aqdimul Azmi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here