PDAM Bakal Kehilangan Penyertaan Modal Rp 25 Miliar

448

KabarKalimantan, Banjarmasin – Deviden Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Bandarmasih 2017-2019 sebesar Rp 25 miliar yang diserahkan ke Pemkot Banjarmasin dan nantinya akan dikembalikan sebagai penyertaan modal, kemunginan tidak dapat terealisasi.

Pasalnya, penyertaan modal bagi PDAM Bandarmasih saat ini masih terkendala oleh aturan pusat yang mengharuskan Perusahaan Daerah (PD) ini berubah status menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda).

Dirut PDAM Bandarmasih Yudha Ahmadi menerangkan, sesuai dengan Perda Nomor 12 Tahun 2017, PDAM berhak mendapatkan penyertaan modal. Namun penyertaan ini sempat tertunda, akibat adanya aturan pusat terkait perubahan status menjadi Perumda.

Padahal, ujar Yudha, deviden PDAM yang sudah disetor ke Pemkot Banjarmasin sudah mencapai puluhan miliar. “Mulai tahun 2017-2019, totalnya Rp 25 miliar. Karena ada kendala ini, PDAM kemungkinan hanya akan mendapat penyertaan modal di Tahun 2020 mendatang,” ungkapnya.

Baca Juga :   Enggan Bayar Uang Jasa, Dishub Tutup Sementara Dermaga Alalak

Belum lagi kata Yudha, penyertaan modal dari Pemprov Kalsel pun turut mandek akibat adanya regulasi baru tersebut.

“Sementara ini pihak provinsi pun tidak mau memberikan penyertaan modal sebelum perubahan status menjadi Perumda. Kami harap ini yang harus diperjelas biro hukum pemkot nanti ke provinsi,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Bambang Yanto Permono menjelaskan, pihaknya sudah meminta bagian hukum Pemkot Banjarmasin untuk menindaklanjuti adanya surat dari Pemprov Kalsel yang sementara ini menghentikan penyertaan modal untuk PDAM Bandarmasih tersebut.

Menurut Bambang, perubahan status ini tidak berkaitan dengan penyertaan modal PDAM Bandarmasih. Daerah lain dapat memberikan penyertaan modal untuk PDAM walaupun belum melakukan perubahan status.

“Jadi kalau memang bisa, kami berencana untuk membuat Perda baru. Jadi anggaran penyertaan modal untuk PDAM tahun 2017-2019 itu nantinya dapat diberikan,” katanya.

Baca Juga :   Langgar Perda Ramadhan, Delapan Pedagang Disanksi Tipiring

Politikus Partai Demokrat ini menambahkan, memang saat ini penyertaan modal sangat dinantikan oleh PDAM Bandarmasih. Baik itu penyertaan modal dari Pemkot Banjarmasin maupun Pemprov Kalsel.

Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan dan pendistribusian air bersih bagi masyarakat di kota ini. “Mereka juga perlu untuk pemeliharaan dan penggantian pipa yang sudah tua. Wajar modal ini sangat diperlukan. Apalagi ini juga termuat dalam Perda,” katanya.

Namun pihaknya berharap, walaupun penyertaan modal dari Pemkot yang akan terealisasi nantinya hanya anggraan tahun 2020 sebesar Rp 10,5 miliar, PDAM Bandarmasih harus tetap memberikan pelayanan yang maksimal.

“Kalau ada keluhan warga harus cepat ditindaklanjuti, jangan dibiarkan berlarut-larut,” ingatnya.

Reporter: Smara Aqdimul Azmi
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here